PAREPARE, voicesulsel.com — Walikota Parepare, Taufan Pawe melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di SD Negeri 5 Parepare, Selasa, 25 Januari 2022.
Kedatangan orang nomor satu Parepare itu dalam rangka memantau proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang berlangsung di sekolah unggulan tersebut.
Kepala UPT SDN 5 Parepare, Masrum mengaku, sidak Walikota untuk memeriksa proses pelaksanaan PTM yang diterapkan dimasa pandemi covid-19.
“Pak wali tadi memeriksa 7 kelas. Beliau melakukan interaksi dengan pelajar terkait PTM dimasa pandemi covid-19, dan beliau sangat mengapresiasi,” katanya.
Menurut Masrum, Walikota Parepare mengecek langsung protokol kesehatan yang dilakukan para guru dan siswa saat PTM, seperti penggunaan masker, menghindari kerumunan dan SOP antar jemput siswa.
Selain itu, Walikota juga berinteraksi terkait kesiapan vaksinasi kepada pelajar yang saat ini sudah mencapai 43 persen dari 520 siswa di sekolah itu.
Masrum menjelaskan, pihaknya sudah siap sejak awal dan merespon dengan baik program vaksin terhadap anak, namun kata dia, harus diawali dengan sosialisasi terlebih dahulu.
“Pada prinsipnya sekolah siap, tetapi kan harus sosialisasi dulu, kemudian pemeriksaan kelayakan, nanti sekolah yang memfasilitasi kepada orang tua siswa,” bebernya.
Proses PTM sendiri di SDN 5 diberlakukan terbatas dengan menggunakan sistem shift 50%. Sekolah tersebut juga memberikan pilihan bagi siswa yang belum vaksin untuk melakukan pembelajaran daring.
“Alhmdulillah, sejauh ini sekolah kami setelah melakukan PTM belum ada keluhan apalagi temuan kasus covid-19, justru waktu belajar kami ditambah dari 3 jam menjadi 4 jam,” tandasnya.
Sementara, Taufan Pawe mengatakan, pemantauan itu dilakukan untuk melihat dan mengambil sampel sejauh mana proses vaksinasi terhadap anak khususnya peserta didik.
“Alhamudlilah saya melihat tidak ada penolakan. Karena saat saya berinteraksi dengan anak-anak kita, mereka sudah paham pentingnya menggunakan masker dan vaksinasi,” katanya.
Wali Kota Parepare dua periode ini mengapresiasi peran orang tua siswa dalam memberikan edukasi tentangnya penerapaan protokol kesehatan dan vaksinasi kepada anak.