PAREPARE – Polemik antrean panjang solar subsidi di SPBU KM 3 Parepare kembali menjadi sorotan setelah beredar video viral yang memperlihatkan seorang petugas SPBU wanita diduga bersikap agresif terhadap seorang sopir truk yang merekam situasi antrean, Rabu (24/6/2026).
Peristiwa ini menambah panjang daftar keluhan para sopir truk terkait pelayanan di SPBU tersebut, yang sebelumnya juga ramai diberitakan akibat antrean kendaraan mengular hingga ke badan jalan dan dugaan praktik pelangsiran BBM subsidi.
Dalam video yang beredar di media sosial, petugas SPBU itu terlihat bereaksi keras dan berusaha mendekati sopir truk yang sedang merekam menggunakan ponselnya. Aksi tersebut memicu beragam komentar netizen yang menilai sikap petugas bertentangan dengan budaya pelayanan Pertamina yang selama ini mengedepankan standar 3S, yakni Senyum, Salam, dan Sapa.
Padahal, dalam motto pelayanan Pertamina, petugas SPBU dituntut untuk memberikan pelayanan sepenuh hati, menjaga keamanan dan kebersihan lingkungan, serta memastikan kualitas dan takaran BBM sesuai slogan Pasti Pas dan Pasti Prima.
Kronologi kejadian bermula saat sopir truk bernama Ardi mengaku kecewa karena kendaraannya ditolak mengisi solar subsidi meski telah lama mengantre. Menurut keterangannya, petugas berdalih stok solar telah habis dan hanya menyisakan BBM untuk kendaraan tertentu yang disebut sebagai “langganan”.
Merasa dirugikan setelah menunggu cukup lama, Ardi kemudian merekam aktivitas di lokasi sebagai bentuk protes. Namun tindakan tersebut diduga memicu emosi petugas SPBU yang tidak ingin direkam, hingga terjadi insiden yang kini menjadi perhatian publik. “Lapormi, saya tidak takut kecuali kepada malaikat maut,” ujarnya.
Peristiwa ini berkaitan erat dengan laporan sebelumnya mengenai antrean panjang solar subsidi di sejumlah SPBU di Parepare, khususnya di SPBU KM 3, yang kerap dipadati truk hingga pengemudi harus bermalam menunggu giliran pengisian.
Kondisi tersebut juga menimbulkan risiko keselamatan lalu lintas karena posisi antrean berada di jalur sempit yang menjadi akses utama penghubung jalur trans Sulawesi menuju Kabupaten Sidrap dan sebaliknya.
Warga sekitar mengaku, antrean panjang truk di lokasi tersebut pernah memicu insiden pohon tumbang yang menimpa seorang pengendara motor. Pohon peneduh itu diduga roboh setelah berulang kali tersenggol badan truk yang parkir mengantre BBM.
Beruntung, insiden tersebut tidak menimbulkan korban luka serius. Setelah kejadian, pihak berwenang bersama personel TNI melakukan pemangkasan ranting-ranting pohon yang dinilai rawan patah dan membahayakan pengguna jalan.
Sejumlah warga berharap Pertamina turun tangan secara serius untuk mengevaluasi sistem distribusi BBM subsidi di SPBU tersebut, termasuk menindak tegas jika ditemukan pelanggaran atau indikasi penyalahgunaan distribusi BBM subsidi.
Masyarakat menilai, persoalan ini tidak cukup hanya disikapi dengan imbauan normatif, melainkan perlu tindakan nyata demi memastikan solar subsidi tepat sasaran dan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar.(*)