BARRU – Di tengah berbagai program pembangunan dan bantuan sosial yang terus digaungkan pemerintah, masih ada warga yang hidup dalam kondisi memprihatinkan. Salah satunya adalah Landa (61), warga Kelurahan Bojo Baru, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, yang hingga kini tinggal seorang diri di rumah tidak layak huni dan mengaku belum pernah menerima bantuan yang diharapkannya.
Saat ditemui, Selasa (27/5/2026), Landa menyambut pewarta di sebuah gubuk sederhana berukuran sekitar 5×5 meter. Rumah peninggalan orang tuanya itu tampak rapuh dan nyaris tanpa perabot yang memadai.
Untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari, Landa mengaku masih bergantung kepada keluarganya.
“Kalau makan biasa pergi di rumah keluarga,” ujarnya.
Di usia yang tidak lagi muda, Landa hanya sesekali membantu pekerjaan kerabat di kampung dengan upah seadanya. Penghasilan yang diperolehnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Sejak orang tuanya meninggal dunia sekitar empat tahun lalu, Landa memilih tinggal sendiri di rumah yang dahulunya adalah lokasi penggilingan gabah. Kondisi rumah yang ditempati jauh dari kata layak. Tidak terdapat fasilitas rumah tangga yang memadai maupun perlengkapan dasar yang dapat menunjang kehidupannya.
Meski hidup dalam keterbatasan, Landa tetap berusaha tegar. Ia mengaku masih memiliki seorang anak laki-laki yang kini tinggal bersama keluarga ibunya di Desa Kupa dan sedang menempuh pendidikan.
Anak semata wayangnya itu menjadi sumber semangat bagi Landa untuk tetap bertahan menjalani hidup.
Di balik ketegarannya, Landa berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisinya, khususnya bantuan rumah layak huni.
“Sempat didata, tapi sampai saat ini tidak pernah ada bantuan datang,” katanya.
Kisah hidup Landa menjadi gambaran masih adanya warga yang hidup dalam keterbatasan di Kabupaten Barru. Di tengah berbagai program pembangunan daerah, masih terdapat warga lanjut usia yang harus menjalani hari-hari sendirian di rumah yang tidak layak huni tanpa kepastian bantuan.
Perhatian pemerintah daerah, instansi terkait, maupun para dermawan dinilai sangat dibutuhkan agar Landa dapat menikmati masa tuanya dengan kehidupan yang lebih layak dan manusiawi.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, belum memberikan tanggapan terkait kondisi yang dialami Landa. Upaya konfirmasi yang dilakukan wartawan melalui pesan yang dikirimkan tidak mendapatkan respons.
Pembangunan sejatinya tidak hanya diukur dari bertambahnya infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana negara dan pemerintah hadir untuk memastikan warga yang hidup dalam kesulitan tidak terabaikan. Bagi Landa, perhatian dan bantuan yang nyata menjadi harapan agar ia dapat menjalani masa tua dengan lebih baik.(*)