PAREPARE – Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai dirasakan masyarakat di tingkat bawah. Sejumlah kebutuhan sehari-hari dilaporkan mengalami kenaikan harga dalam beberapa bulan terakhir, sehingga menambah beban pengeluaran rumah tangga warga.
Salah seorang warga Kota Parepare, Rabiul Sani, mengaku merasakan langsung dampak kenaikan harga pada beberapa kebutuhan yang rutin digunakan. Menurutnya, harga oli kendaraan bermotor yang biasa dibelinya mengalami kenaikan cukup signifikan.
“Dua bulan lalu saya ganti oli motor masih di harga Rp52 ribu, sekarang sudah Rp68 ribu,” ujar Rabiul Sani kepada wartawan, Senin (8/6/2026).
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada oli kendaraan. Rabiul juga menyebut harga air minum isi ulang galon yang selama ini menjadi kebutuhan pokok keluarga turut mengalami kenaikan.
“Harga air galon yang biasanya Rp6 ribu sekarang sudah Rp8 ribu. Hampir semua kebutuhan terasa naik,” katanya.
Menurut Rabiul, informasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa kenaikan harga sejumlah barang tersebut dipengaruhi oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam beberapa waktu terakhir. Meski tidak memahami secara rinci mekanisme ekonomi yang terjadi, ia menilai kondisi tersebut berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
“Saya kira ini akibat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar. Karena beberapa orang bilang seperti itu. Yang jelas, masyarakat yang merasakan dampaknya karena harga barang terus naik,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat sebagian warga harus menyesuaikan pola pengeluaran rumah tangga. Kenaikan harga kebutuhan sehari-hari dinilai cukup memberatkan, terutama bagi masyarakat dengan penghasilan tetap yang tidak mengalami peningkatan pendapatan.
Rabiul berharap pemerintah dapat mengambil langkah-langkah konkret untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan harga kebutuhan masyarakat agar tidak terus mengalami kenaikan.
“Kami berharap pemerintah bisa mencari solusi supaya harga-harga kembali stabil. Masyarakat kecil tentu sangat berharap kebutuhan pokok tetap terjangkau dan tidak terus naik,” harapnya.
Ia juga berharap pemerintah pusat maupun daerah dapat memperkuat pengawasan distribusi barang serta memastikan ketersediaan kebutuhan masyarakat di pasaran tetap aman. Menurutnya, stabilitas harga menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pengamat ekonomi menilai fluktuasi nilai tukar dapat memengaruhi harga sejumlah komoditas, terutama barang yang bahan baku, komponen, atau proses distribusinya masih bergantung pada impor. Karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat.
Di tengah tantangan ekonomi global yang masih dinamis, masyarakat berharap kondisi perekonomian nasional dapat tetap terjaga sehingga aktivitas ekonomi berjalan normal dan kebutuhan sehari-hari tetap dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.(*)