PAREPARE — Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di sejumlah sekolah di Kota Parepare telah rampung. Namun, hingga kini masih terdapat sejumlah kuota siswa yang belum terisi, khususnya pada kuota penyaluran.
Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pendidikan masih menunggu rujukan dari pihak Balai terkait mekanisme pengisian kuota tersebut.
Ketua Komisi II DPRD Parepare, Satria Parman Agus Mante, menegaskan agar slot kuota yang tersisa pada penyaluran dapat mengakomodir siswa dari jalur domisili, dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi orang tua.
“Penyaluran ini harus mengakomodir domisili dan pertimbangan kemampuan orang tua,” ujar Satria kepada wartawan, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, Komisi II DPRD Parepare sebagai mitra kerja Dinas Pendidikan akan melakukan inspeksi untuk memastikan progres pelaksanaan SPMB berjalan sesuai harapan.
“Iya, nanti kunjungan selanjutnya untuk melihat progres yang ada,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Parepare, Dede Harirustaman, mengaku pihaknya saat ini masih fokus merapikan berbagai sengkarut yang muncul dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.
“Sementara lebih merapikan, masih ada waktu sekitar seminggu untuk pembenahan,” ungkap Dede.
Ia menjelaskan, kuota penyaluran muncul sebagai solusi atas masih adanya kekurangan dari beberapa jalur penerimaan, seperti jalur zonasi, akademik, dan afirmasi.
Saat ini, pihak Dinas Pendidikan juga masih menunggu jawaban dari Balai terkait langkah teknis pengisian kuota yang tersisa. “Iya, masih menunggu jawaban balai,” tutup Dede.
Seperti diketahui, masih ada beberapa sekolah setingkat SD maupun SMP masih kekurangan siswa yang mendaftar. Bahkan ada beberapa sekolah dasar yang satu atap (satap) terjadi ketimpangan. Satu sekolah kelebihan pendaftar dan satu sekolah lainnya justru kekurangan.
Menurut keterangan yang diperoleh, sekolah yang kelebihan karena memiliki kegiatan ekstrakurikuler seperti drumband yang diminati banyak orang tua siswa.
PLT Kepala SMP Negeri 2 Parepare Hasanuddin mengaku masih terdapat kuota penyaluran yang tersisa. Namun pihaknya menunggu petunjuk dari Dinas Pendidikan. “Menunggu petunjuk Dinas Pendidikan,” imbuhnya. (*)