PAREPARE, voicesulsel.com – Dugaan sabung ayam berkedok kontes ayam di Kota Parepare viral media sosial, salah satunya di Group Facebook Pare Info.
Adu ayam jago beroperasi dibalik Kontes Ayam Nusantara Fighting Art itu berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Bulog KM 7 Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Ahad 23 Januari 2022.

Ketua Panitia Pelaksana konteks adu ayam H Akbar Has membantah jika konteks tersebut terdapat unsur judi. Klarifikasinya itu dia sampaikan melalui media online vinews, Selasa (25/01/2022).
Dia menegaskan bahwa tidak ada taruhan dalam event tersebut dan murni merupakan ajang penyaluran hobi bagi komunitas pecinta ayam petarung.
Kata dia, event tersebut dilaksanakan oleh organisasi yang bernama Perkumpulan Penghobi Ayam Kontes Nusantara (PPAKN).
“PPAKN ini merupakan organisasi resmi dan berbadan hukum berdasarkan SK Kementerian Hukum dan HAM, serta hirarki kepengurusannya lengkap dari Pengurus Pusat, Provinsi, hingga Kabupaten/Kota,” jelasnya.
Sementara untuk Pengurus PPAKN Cabang Parepare sendiri, menurut H. Akbar, telah dilaporkan dan terdaftar di Badan Kesbangpol Kota Parepare.
“Jadi organisasi kami resmi, sah, sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, serta keberadaannya diakui Pemerintah Pusat, Provinsi, dan Daerah,” tegasnya.
Dikonfirmasi hal itu, Wakil Pimpinan Cabang (Wapinca) Bulog Parepare, Nindy Ekasaputri mengatakan, pihaknya berani mengizinkan pelaksanaan adu ayam tersebut lantaran panitia melaporkan kepadanya bila telah berkoordinasi dan memiliki izin dari pihak penegak hukum (Kepolisian Polres Parepare) dan pihak Satgas Covid-19 Parepare.
“Jadi suratnya yang masuk ke kami (Bulog) itu kontes ayam, bukan adu ayam. Izinnya cuma satu hari, Minggu (23/1),” kata Nindy,
Ia menjelaskan, sebelumnya pihaknya juga telah menekankan kepada penyelenggara karena itu kompleks gudang Bulog, bahwa ijin keramaiannya harus ada, harus menjaga kebersihan, dan panitianya harus tetap menjaga protokol kesehatan.
“Itu kita tekankan secara lisan, tapi secara surat kami bilang juga bahwa kalau penggunaan itu harus tetap menjaga kebersihan karena kan di kompleks gudang kami, satu. Kedua, lagi pandemi, jadi panitianya harus tetap menjaga protokol kesehatan. Itu kami tekankan di balasan surat kami kemarin. Cuma, kemarin waktu pas dapat lapor waduh ini ramai banget ternyata,” urainya.
Nindy menerangkan, terkait penyewaan GOR Bulog Lapadde, itu posisinya sekarang disewakan ke pihak ketiga.
“Di Bulog itu kami punya GOR, dan itu posisinya sekarang disewakan ke pihak ketiga. Jadi itu memang kami komersilkan. Walaupun dia di lingkungan Bulog, tapi sekarang kami komersilkan. Jadi ada kami kerja samakan dengan pihak ketiga,” terangnya.
Namun demikian, kata Nindy, untuk kegiatan-kegiatan tertentu khususnya melibatkan keramaian, walaupun sudah disewakan tapi pihak penyewa harus tetap mohon izin ke Bulog kalau ada kegiatan yang mengundang keramaian seperti itu.
“Nah, kemudian sebelum kami mengambil langkah untuk memberikan izin pelaksanan kegiatan untuk penggunaan GOR, itu kami berkoordinasi dengan Polres. Jadi kita kontek-kontekan sama Polres,” ucapnya.
Terkait dugaan adu ayam, lanjut Nindy, pihaknya dari kemarin sudah dapat infonya dan langsung mengambil langkah cepat karena banyak surat Bulog yang tidak diindahkan.
“Ketika kami sudah memberikan ijin tapi ternyata surat kami tidak diindahkan yang terkait protokol kesehatan untuk memakai masker dan menjaga jarak, akhirnya tadi pagi itu kami langsung respons mengirimkan surat tertulis penyampaian rasa kekecewaan kami begitu di Bulog ini,” ujarnya.
“Karena kan, satu, kami tidak tahu bahwa itu adu ayam. Kedua, itu kami kecewa karena tidak menjaga protokol kesehatan sesuai dengan surat yang kami balas ke mereka. Padahal kan kami sudah tertulis ngomong ke mereka tolong tetap menjaga kebersihan dan protokol kesehatan,” sambung dia.
Nindy menambahkan, sebelum Bulog mengeluarkan izin terkait kegiatan itu (kontes ayam nusantara), pihak Bulog sempat koordinasi juga dengan pihak ketiga yang telah menyewa GOR secara lisan bahwa dipastikan ini bukan judi. Dipastikan ini kontes ayam.
“Saya kira kan pameran gitu ya, pameran-pameran ayam gitu kan. Pameran Ayam Nusantara. Terus terang kita kan orang awam. Tidak ada adu ayam karena itu memang tidak boleh, dan itu juga Polres tahu. Tapi kami koordinasi dengan Polres, minta tolong ini dipastikan kalau misalnya judi ayam ini tidak boleh kan,” kilah Nindy. (nan)