Beranda » Puluhan Jemaah Umrah Asal Parepare Tertahan di Makkah, Terkendala Tiket Kepulangan

Puluhan Jemaah Umrah Asal Parepare Tertahan di Makkah, Terkendala Tiket Kepulangan

Bagikan

PAREPARE – Sebanyak 45 jemaah umrah gabungan asal Parepare dan Makassar, Sulawesi Selatan, dilaporkan tertahan di Makkah, Arab Saudi. Mereka belum dapat kembali ke Indonesia akibat tidak tersedianya tiket kepulangan yang disiapkan oleh pihak travel.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Parepare, Jami, mengungkapkan bahwa jemaah tersebut diberangkatkan oleh salah satu travel berinisial BIJ yang berbasis di Jakarta. Namun, saat jadwal kepulangan, tiket tidak tersedia.

“Informasinya tiket pulang tidak disiapkan karena harga mahal. Pihak travel melalui pendamping Hj Basira kemudian meminta tambahan biaya kepada jemaah untuk pembelian tiket,” ujar Jami saat dikonfirmasi, Jumat (3/4/2026).

Dari total 45 jemaah, sebanyak 12 orang dilaporkan sudah berhasil kembali ke Indonesia. Sementara sisanya masih berada di Makkah dan menunggu kepastian jadwal penerbangan.

“Sudah ada yang pulang, ada yang sudah tiba di jakarta, sementara lainnya dalam perjalanan,” jelasnya.

Jami menambahkan, keterlambatan ini juga dipengaruhi keterbatasan penerbangan dari Timur Tengah ke Indonesia. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan situasi konflik yang berdampak pada ketersediaan kursi pesawat.

“Selain harga tiket yang mahal, jumlah penerbangan juga terbatas. Ada jemaah yang akhirnya harus menambah biaya tiket antara Rp5 juta hingga Rp20 juta agar bisa segera pulang,” katanya.

Diketahui, travel yang memberangkatkan jemaah tersebut berpusat di Jakarta dan bekerja sama dengan agen di Kabupaten Pangkep bernama Risma. Jemaah mengambil paket umrah Ramadan selama satu bulan.

Pihak Kementerian Haji dan Umrah Parepare mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih biro perjalanan umrah, serta memastikan travel yang digunakan resmi dan terdaftar.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk menggunakan travel yang bertanggung jawab dan memiliki izin resmi. Selain itu, dengan kondisi konflik di Timur Tengah saat ini, sebaiknya menunda perjalanan umrah hingga situasi lebih aman,” tutup Jami.(*)