Beranda ยป Program Air Bersih Sentuh Masyarakat Bojo Baru. Begini Harapan Warga

Program Air Bersih Sentuh Masyarakat Bojo Baru. Begini Harapan Warga

Bagikan

Tampak pekerja sedang membangun bak penampungan air pada proyek Pamsimas di Kelurahan Bojo Baru

VOICESULSEL — Program Penyedian air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tahun ini telah berjalan di Kabupaten Barru. Setidaknya 12 desa dan kelurahan di Barru mendapatkan
bantuan dari proyek nasional tersebut.

Kepala Kelurahan Bojo Baru, Mahyuddin mengatakan proyek air bersih meliputi seluruh warga bojo baru yang pembangunannya dipusatkan di lingkungan Puccanra. “Titik nol nya di punccanra, dan berdasarkan data entri memang ada pembatasan cakupan, karena beberapa titik yang tidak bisa
dialiri, namun kita upayakan dapat diakses oleh semua warga,” katanya

Proyek bernilai Rp 400 juta itu kata Mahyudin dikerjakan swadaya oleh masyarakat setempat, mulai
dari perencanaan, pelaksanaan hingga pemeliharaan yang digadang tuntas hingga akhir tahun 2022.

Proyek itu akan dikelola oleh kelompok masyarakat pengelolah sistem penyedia air minum dan sanitasi. “kalau nominal anggarannya itu sekitar 300-an juta tapi apabila dihitung dengan swadaya masyarakat itu mencapai 400 juta,” sambutannya.

Mahyudin menjelaskan, nantinya air bersih yang mengalir ke rumah-rumah warga tidak pungut biaya air seperti perusahaan air minum pada umumnya, namun akan dirumuskan lebih lanjut beban biaya untuk pemeliharaan, seperti perbaikan pipa.
“Belum ada nomenklaturnya, tapi nantinya tidak ada tarif seperti perusaan air minum (PAM) tetapi tetap kita rumuskan untuk dipungut biaya pemeliharaan,” jelasnya.

Kata dia sesuai dengan petunjuk teknis, proyek Pamsimas menyentuh masyarakat diwilayah-wilayah yang dinilai masih kekurangan air bersih untuk mendukung kebutuhan air minum dan sanitasi masyarakat. Pamsimas sendiri merupakan program nasional dibawa kementerian PUPR.

Warga Bojo Baru, Adnan mengaku senang dengan masuknya proyek air bersih di Bojo. Pasalnya ketersedian air bersih akan membantu sanitasi warga terutama pada saat musim kemarau. Apalagi kata dia, sebagian warga bojo masih mengandalkan aliran sungai atau laut untuk kebutuhan mandi cuci dan kakus (*).