PAREPARE VOICE SULSEL — Rapat Kerja dalam rangka menyusun program pembelajaran semester ganjil tahun 2023/2024 Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) KH Ahmad Dahlan Kota Parepare dibuka oleh pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Parepare Senin 10 Juli 2023.
Rapat kerja yang diselenggarakan di ruang pertemuan SDIT KH Ahmad Dahlan jalan Bukit Madani Timur kelurahan Lapadde dihadiri oleh Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Parepare Drs H.Lukman M.Pd koordinator Majelis Pendidikan dasar dan Menengah bersama Sekretaris PDM Dr Rayamangsi,M.Pd.I
Saiful, S.Sos.I,M.Pd kepala SDIT KH Ahmad Dahlan kota Parepare menyampaikan bahwa rapat kerja ini untuk menyusun program dan agenda pembelajaran semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024 agar para guru dalam mengajar memiliki road map yang terencana dengan baik.sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai secara maksimal.
“Alhamdulillah melalui Kerjasama PDM kota Parepare dan ITH yang ditanda tangani benerapa hari yang lalu, maka SDIT KH Ahmad Dahlan ini akan membuka kelas Coding untuk mengajari anak-anak untuk membuat aplikasi berbasis teknologi serta Program digitalisasi pembelajaran,” ungkap Saiful.
Dalam sambutan pembukaan raker tersebut Drs H.Lukman,M.Pd mengapresiasi pihak pengelola SDIT KH Ahmad Dahlan yang mengadakan rapat kerja untuk merancang dengan baik dan sistematis program pembelajaran sehingga sekolah ini menjadi maju dan unggul dari semua aspek,baik aspek akademik, aspek pelayanan dan penyediaan sarana dan prasarana yang standar. “Yang lebih penting adalah membangun budaya Sekolah seperti menjaga kebersihan sekolah, disiplin dan profesional serta pemanfaatan IT dalam dalam transpormasi pembelajaran,” ungkap Guru Teladan SMA 3 Parepare tersebut.
Dr Rayamangsi,M.Pd sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Parepare memberikan pencerahan kepada para guru.
Sejatinya kata dia setiap guru tidak hanya mengajar dalam rangka membangun dan memenuhi kebutuhan kognitif peserta didik, tetapi yang lebih penting adanya skill untuk mampu membedakan dan memetakan kebutuhan setiap peserta didik.karena kebutuhan dan kemampuan Anak itu beragam maka diperlukan pendekatan dan metode yang berbeda dalam menghadapinya.
“SDIT KH Ahmad Dahlan ini sebagai sekolah penghafal maka harus didorong untuk unggul,namun tetap memperhatikan kemampuan setiap peserta didik,” kata Ketua Komite SDIT KH Ahmad Dahlan ini.
Rapat Kerja yang berpangsung sehari ini menghadirkan Konsultan Pendidikan dari Smart Indonesia Indra Wijaya,S.Psi,M.Psi sebagai narasumber sekaligus melakukan pendampingan dalam menyusun program pembelajaran sekaligus melakukan pengayaan metode mengajar yang inovatif dan kreatif kepada para guru.
Setiap guru harus menjadi teladan bagi peserta didik, maka menjadi guru adalah pekerjaan yang mulia,harus punya skill yang mumpuni.tunjukkan kepada peserta didik dan orang tua atau wali bahwa dengan anaknya sekolah ada sesuatu yang berbeda yang mereka dapatkan melalui SDIT KH Ahmad Dahlan ini,” ujar Indra Wijaya sekaligus Anggota Majelis Dikdasmen PWM Sulsel ini.(fs)