Beranda » Menuntut Ilmu di Tengah Hutan Kota, Cara Seru Pertamina Hidupkan KRJ

Menuntut Ilmu di Tengah Hutan Kota, Cara Seru Pertamina Hidupkan KRJ

Bagikan
Foto : Pelajar tingkat sekolah menengah pertama mendapatkan pengarahan dari tenaga teknis Kebun Raya Jompie saat berkunjung dalam rangka program ecoedu wisata PT Pertamina Patra Niaga 

Di tengah Kota Parepare, Sulawesi Selatan, terdapat kawasan hijau seluas 13,5 hektare yang menjadi rumah bagi lebih dari 700 spesies tanaman endemik Sulawesi: Kebun Raya Jompie (KRJ). Sejak dibuka pada 2015, KRJ menjadi pusat konservasi, penelitian, pendidikan, dan wisata alam yang penting.

Pandemi Covid-19 pada 2019 membuat jumlah pengunjung di kawasan hutan ini anjlok. “Sebelum pandemi, pengunjung sekitar 10 ribu per tahun. Saat pandemi, nyaris tak ada kunjungan,” ungkap Rudi, tenaga teknis KRJ yang dikomandoi Dinas Lingkungan Hidup Kota Parepare.

Hal ini memantik perhatian dari salah satu BUMN PT Pertamina Patra Niaga. Melalui Pertamina Fuel Terminal Parepare memberikan atensi dan perubahan mulai terjadi sejak PT Pertamina Patra Niaga hadir pada 2021 melalui program Eco Eduwisata.

Kolaborasi Menghidupkan Kembali KRJ

Pimpinan Pertamina Fuel Terminal Parepare melakukan penanaman pohon pada salah satu panel kawasan Kebun Raya Jompie

Pertamina Patra Niaga, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pendidikan Kota Parepare, menandatangani MoU yang mewajibkan siswa berkunjung ke KRJ sebagai bagian dari pembelajaran. Langkah ini meningkatkan kunjungan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap alam sejak dini.

Menurut Firman, Community Development Officer Pertamina Fuel Terminal Parepare, survei awal menemukan kelemahan KRJ pada pelayanan dan daya tarik visual. Pertamina pun menambah fasilitas seperti flying fox, photo booth, dan barcode identitas tanaman. Petugas dilatih pelayanan wisata dan konservasi, serta dibekali seragam baru.

Hasilnya signifikan. Pada 2024, pengunjung KRJ mencapai 60 ribu orang, melampaui target. “Perubahan ini luar biasa. Sejak Pertamina membantu, perkembangan KRJ pesat,” kata Rudi.

Konservasi yang Memberdayakan

Para pelajar tampak antusias mengikuti pendidikan sambil berwisata di Kebun Raya Jompie

KRJ adalah paru-paru kota yang berperan menyerap karbon dan menjaga kualitas udara. Pertamina berencana membawa tenaga teknis KRJ untuk eksplorasi hutan mencari tanaman langka guna memperkaya koleksi.

Program Eco Eduwisata Pertamina juga melibatkan masyarakat melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), membuka peluang usaha lokal seperti pemandu wisata, kuliner, dan cenderamata.

Bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan

Program Eco Edu Wisata PT Pertamina merupakan program CSR yang berbasis kepada masyarakat

Eco Eduwisata merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pertamina Patra Niaga, subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero). Program ini tak hanya dijalankan di KRJ, tetapi juga di wilayah mangrove, hutan kota, dan desa nelayan, dengan tujuan menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

“Kami ingin kebun raya ini dikenal luas dan bermanfaat bagi semua. Sebagai paru-paru kota, kontribusinya dalam mengurangi emisi karbon luar biasa,” jelas Firman.

Dengan dukungan Pertamina Patra Niaga, KRJ bukan lagi sekadar ruang hijau, melainkan laboratorium alam, pusat edukasi, dan ikon ekowisata Parepare. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa pelestarian alam dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan masyarakat, menciptakan warisan lingkungan yang lestari untuk generasi mendatang.

Pertamina menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai program tanggung jawab sosial dan lingkungan (CSR) yang berfokus pada pelestarian ekosistem, pengelolaan sampah, dan pengembangan energi bersih. Mereka juga aktif dalam program konservasi alam, seperti penanaman pohon dan rehabilitasi hutan mangrove, serta berkolaborasi dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk keberlanjutan program.