
VOICE PINRANG — Maulid Nabi Muhammad SAW diperingati oleh berbagai daerah dengan tradisi dan budayanya masing-masing. Begitu juga dengan masyarakat desa di Ujung Lero Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. Peringatan maulid di daerah ini berlangsung begitu semarak setiap tahunnya. Parade budaya diperagakan di wilayah yang dihuni mayoritas penduduk suku mandar.

Seperti pada peringatan Maulid Nabi yang digelar masyarakat suku mandar Ujung Lero Senin 16 Oktober 2023. Mereka melakukan peringatan maulid dengan menghadirkan tarian budaya mandar Sayyang Pattu’du (kuda menari). Sekda Kabupaten Pinrang, Andi Tjalo Kerrang mengatakan, peringatan maulid bernuansa budaya mandar hampir setiap tahun digelar di desa Lero. Kata Sekda, tarian Sayyang Pattu’du menjadi ciri khas masyarakat mandar di ujung Lero bila memperingati Maulid Nabi.
“Kalau didaerah ini memang hampir setiap tahun menggelar Maulid dengan nuansa budaya. Makanya hampir setiap tahun ramai dan dikunjungi warga dari berbagai daerah tetangga,” ujarnya.
Sekda mengaku Maulid Nabi bagi masyarakat mandar di Ujung Lero setiap tahun berlangsung meriah. Hal itu sebagai tanda kesyukuran mereka atas lahirnya Nabi Muhammad sebagai penghulu para nabi.
Sementara Kepala Desa Lero, H Amin mengungkapkan, hal itu merupakan agenda tahunan. Namun, kata H Amin, baru kali ini dilaksanakan pasca pandemi Covid 19. “Untuk tahun ini, dari 33 Sayyang Pattudu yang meramaikan kegiatan paling banyak peserta dari Dusun Lero. Kegiatan berpusat di Lapangan Sepak Bola Lero, dimana peserta akan berkeliling desa,” katanya.
Amin menambahkan, tarian Sayyang Pattu’du yang dimainkan oleh kuda merupakan pesanan dari Kabupaten Polewali Mandar yang sengaja diundang untuk memeriahkan event itu.
Polsek Suppa beserta Koramil turut dilibatkan dalam pengamanan kegiatan itu. Polsek bahkan menurunkan 20 personel ditambah personil dari Koramil untuk mengamankan event yang dimulai sejak pagi hingga sore hari.(fs)