Beranda ยป Bupati Majene Launching Rumah Kibas Stunting Desa Bababulo

Bupati Majene Launching Rumah Kibas Stunting Desa Bababulo

Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh bersama Bupati Majene Andi Achmad Syukri melaunching rumah kibas stunting di Desa Bababulo Kabupaten Majene
Bagikan

VOICE MAJENE — Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing membutuhkan upaya gerak dan dukungan bersama tentang pemenuhan gizi bagi anak dan balita dalam rangka pencegahan stunting.

Salah satu upayanya dengan melaunching Rumah Keluarga Indonesia Bebas Stunting (Kibas) Stunting, seperti rumah Kibas stunting yang dilaunching Pj.Ketua TP-PKK Provinsi Sulbar Ny. Ninuk Triyanti Zudan di Dusun Porendeang Desa Bababulo Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene, kemarin.

“Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh memberi penghargaan Posyandu teraktif di Dusun Porendeang Desa Bababulo,” terang Ninuk.

Dijelaskan, posyandu yang menjadi rumah Kibas sebagai pusat pelayanan bagi bayi stunting, khususnya di Desa Bababulo.

“Program ini untuk memberikan asupan makanan bergizi bagi anak di Posyandu, yaitu satu kali sehari,” jelas Ninuk.

Melalui rumah Kibas, Ninuk berharap, setiap anak stunting dapat tertangani atau berat badan dapat meningkat.

“Program ini, tentu dibutuhkan kerjasama, mulai PKK, Posyandu, Puskesmas dan lainnya untuk mengatasi stunting,” harapnya.

Sementara, Pj Gubernur Sulbar Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengucap apresiasi kepada posyandu Dusun Porendeang ini.

“Kita buatkan piagam gubernur untuk dipasang sebagai percontohan posyandu teraktif, dan diharapkan bisa menginspirasi posyandu yang lain,” harap Zudan.

Di tempat yang sama, Bupati Majene Andi Achmad Syukri menuturkan, stunting salah satu tantangan pembangunan keluarga.

“Melalui wadah rumah Kibas Stunting diharapkan dapat mengedukasi serta memberdayakan masyarakat untuk memenuhi gizi seimbang, terutama bagi balita, ibu menyusui, ibu hamil dan keluarga berisiko stunting dengan memanfaatkan sumber pangan lokal dan dipadukan sumber lainnya,” tuturnya.

Dijelaskan Bupati, suksesnya program Kibas Stunting bukan semata-mata tanggung jawab Pemerintah, Pemda, dan pemdes, tetapi semua leading sektor, mulai dari kepala keluarga, ibu rumah tangga, ketua dasawisma, Ketua RT, Ketua PKK desa, Ketua Pokja posyandu serta elemen lain seperti lembaga adat dan unsur lainnya.

“Termasuk unsur TNI, Polri sedapat mungkin tetap dapat bersinergi agar apa yang menjadi target pemerintah dalam pengentasan stunting dapat kita capai,” tutur Andi Achmad Syukri.

Bupati Andi Achmad Syukri mengungkapkan, atas nama pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda dan Ketua TP-PKK Kabupaten juga akan terus memberi perhatian ke desa.

“Semoga ke depannya kita dapat lebih baik lagi sehingga kita benar menjadi daerah yang unggul sesuai visi kami Majene Unggul, Mandiri, dan Religius,” harapnya. (Ad)