PAREPARE – Kebakaran menghanguskan dua unit rumah panggung di Jalan Samsul Bahri, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Kamis (16/7/2026) siang.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp1 miliar.
Berdasarkan informasi di lokasi, dugaan sementara api berasal dari salah satu kamar di rumah yang sedang direnovasi.
Seorang bocah disana diduga bermain korek api dan membakar selembar kertas hingga menyebabkan rumah terbakar.
Material bangunan yang didominasi kayu ditambah tiupan angin membuat kobaran api cepat merambat dan melalap dua rumah yang saling berdempetan.
Asap hitam pekat membumbung tinggi dan mengundang perhatian warga sekitar.
Salah seorang pemilik rumah, Hendra, mengaku sempat berusaha menyelamatkan dokumen penting miliknya. Namun, upayanya gagal karena api cepat membesar.
“Saya mau selamatkan KTP dan KK, tapi api sudah besar. Tangan saya juga sempat terkena jilatan api. Akhirnya hanya tersisa pakaian yang melekat di badan,” ujarnya.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Parepare mengerahkan enam unit mobil pemadam kebakaran, dibantu dua mobil tangki air milik Perumda Air Minum (PDAM) serta BPBD. Total sembilan armada diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam. Petugas harus bekerja ekstra karena akses menuju lokasi dan berada di kawasan permukiman padat penduduk.
Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Dinas Pemadam Kebakaran Kota Parepare, Fransiskus, mengatakan petugas memprioritaskan isolasi api agar tidak merambat ke rumah warga lainnya.
“Bangunan yang sebagian besar berbahan kayu ditambah angin yang cukup kencang membuat api cepat membesar. Syukurlah api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke rumah lain,” katanya.
Selama proses pemadaman, pihak PLN juga memutus sementara aliran listrik di sekitar lokasi guna menghindari risiko korsleting yang dapat memperparah kebakaran.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian warga yang memadati lokasi kejadian. Sebagian warga membantu petugas, sementara lainnya menyaksikan proses pemadaman dari jarak aman.
Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sementara itu, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Petugas Damkar menghimbau untuk waspada kebakaran pada musim kemarau yang disertai dengan angin kencang. Khususnya alat perabot rumah yang mudah terbakar agar dijaga dan dilindungi dari jangkauan anak-anak. (*)