DILI, VOICESULSEL— Timor Leste menorehkan sejarah baru bagi pengembangan jaringan Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) di luar negeri.
Timor Leste merupakan negara pertama di dunia di mana kepengurusan IKA Unhas berdiri di luar negeri.
Musyawarah atau Kongres pertama IKA Unhas untuk pembentukan kepengurusan IKA Unhas Timor Leste, berlangsung secara hibrida pada Sabtu (7/03/2026) di Aula Pertemuan Pusat Budaya Indonesia KBRI Dili, Timor Leste.
Setelah berlangsung sekitar delapan jam lebih, Kongres akhirnya memilih melalui voting Dr. Joao Noronha sebagai ketua IKA Unhas Timor Leste periode 2026-2030.
Joao adalah alumni Fakultas Sastra jurusan Linguistik, angkatan 1988.
Kongres yang dihadiri 35 orang alumni dari berbagai fakultas itu, dibuka oleh Sekjen PP IKA Prof Yusran Jusuf melalui zoom meeting pada pukul 09:00 WITA.
Pengurus Pusat IKA Unhas yang mengikuti secara daring selain Sekjen, yakni Direktur Eksekutif (Direks) IKA Unhas, Salahuddin Alam, Ketua Bidang OKK, serta Muhammad Ruslan dan Mursalim Tahir dari kabarika.id.
Sekjen dalam sambutannya mengatakan bahwa melalui organisasi IKA Unhas, para alumni bisa terus menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan seluruh alumni di manapun berada, terutama yang berada di daerah tersebut.
Sekjen berharap dengan terbentuknya kepengurusan IKA Unhas Timor Leste, para alumni Unhas yang ada di negara itu dapat membangun komunikasi dengan pemerintah Timor Leste sehingga keberadaan IKA Unhas selalu memberi manfaat bagi bangsa dan negaranya.
“Hal itu diharapkan dapat diaplikasikan dalam program kerja yang nantinya akan disusun,” ujar Sekjen.
Tertunda Dua Kali
Ada dua orang inisiator pembentukan IKA Unhas Timor Leste, yaitu Dr. Marcelino Correia dan Julio Pereira de Castro. S.Hut.
Kedua inisiator tersebut bersama alumni lainnya punya semangat tinggi untuk membentuk IKA Unhas Timor Leste.
Mereka melakukan persiapan secara matang dengan melakukan pendataan seluruh alumni Unhas yang ada di Timor Leste.
Setelah terdata 16 orang alumni dari berbagai fakultas pada awal November 2025, salah seorang alumni yang mendorong pembentukan IKA Unhas Timor Leste, Julio Castro Forester, menyampaikan kepada kabarika.id pada awal November 2025 bahwa musyawarah akan dilaksanakan pada 21 November 2025.
Menjelang tanggal tersebut, Julio kemudian menyampaikan bahwa jadwal tersebut ditunda menjadi 13 Desember 2025.
Memasuki bulan Desember 2025, jumlah alumni yang telah terdata sebanyak 26 orang dari berbagai fakultas. Mereka adalah alumni tahun 1980-an hingga akhir 1990-an.
Selama perencanaan dan persiapan musyawarah atau kongres tersebut, menurut Julio, para inisiator dan pendukungnya terus berkomunikasi dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili, Prof. Tasrifin Tahara yang juga merupakan alumni Unhas dari FISIP.
“Kami sangat dibantu dan difasilitas oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI, Pak Tasrifin Tahara,” ujar Julio pada pertengahan Desember, setelah rencana musyawarah tertunda untuk kedua kalinya.
Setelah tahun 2025 berlalu, kabarika.id kemudian menanyakan lagi jadwal rencana musyawarah IKA Unhas Timor Leste kepada Joao pada akhir Januari lalu.
“Awal tahun kami akan laksanakan musyawarah. Kalau lewat dari bulan Maret 2026 saya sudah tidak bersemangat lagi melaksanakan,” ujar Joao kepada Ruslan dari kabarika.id.
Kepastian tentang jadwal pelaksanaan musyawarah IKA Unhas Timor Leste, disampaikan oleh Julio kepada kabarika.id melalui panggilan telepon WhatsApp pada 22 Februari lalu.
“Kami sampaikan bapak bahwa IKA alumni Unhas Timor Leste akan melaksanakan musyawarah pada tanggal 7 Maret 2026. Tempatnya disiapkan oleh Atase Pendidikan KBRI Dili, pak Tasrifin Tahara,” ujar Julio.
Semula Calon Tunggal
Pada rencana awal pelaksanaan musyawarah di bulan November 2025, kabarika.id bertanya kepada Julio tentang siapa-siapa alumni yang sudah mendaftar untuk maju menjadi calon ketua.
“Sudah ada pak, tapi masih rahasia. Pokoknya, ada deh,” ujar Julio sambil tertawa melalui telepon.
Pertanyaan tersebut kembali diajukan kabarika.id pada rencana pelaksanaan musyawarah pertengahan Desember lalu.
“Kami belum bisa sebutkan, pak. Tapi sudah ada,” ujar Julio.
“Apakah calonnya cuma satu orang, pak?,” tanya kabarika.id.
“Masih rahasia, pak,” ujar Julio sambil tertawa.
Jawaban dari Julio tersebut tersirat secara kuat bahwa hanya ada satu calon yang berani menyatakan kesediaannya untuk menjadi ketua IKA Unhas Timor Leste.
Namun menjelang Kongres yang dilaksanakan hari ini, konstelasi berubah. Joao bukan lagi satu-satunya calon, sehingga pemilihan ketua dilakukan melalui voting.
Mendapat Dukungan Penuh dari Atase Pendidikan
Kongres IKA Unhas tersebut juga dihadiri Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Dili Prof. Tasrifin Tahara.
Kehadirannya itu merupakan wujud dukungan terhadap pembentukan IKA Unhas di negara itu.
Dalam sambutannya, Prof. Tasrifin mengapresiasi langkah para alumni yang membentuk IKA Unhas Timor Leste.
Menurutnya, pembentukan IKA Unhas di Timor Leste yang telah resmi menjadi anggota Asean, menjadi langkah konkret dalam memperkuat hubungan diplomatik Indonesia dan Timor Leste melalui jalur pendidikan dan jejaring alumni.
Kongres Dihadiri Menteri Pendidikan
Kongres pertama IKA Unhas Timor Leste berlangsung secara luar biasa. Bagaimana tidak, Kongres itu dihadiri oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Timor Leste, Dulce de Jesus Soares.
Dalam sambutannya, ia menyatakan kebanggaannya berada di tengah para alumni Unhas.
Ia menegaskan, alumni Unhas telah berperan di berbagai sektor pembangunan di Timor Leste, termasuk menduduki sejumlah jabatan penting di pemerintahan.
Dulce juga menyebut dirinya sebagai bagian dari keluarga besar Unhas, karena ia pernah mengikuti Pelatihan Perencanaan yang diselenggarakan PSKMP Unhas selama tiga bulan.
“Apakah saya juga bisa menjadi anggota IKA Unhas?,” tanya Dulce secara retoris.
Joao yang mempin sidang Kongres langsung menimpalinya, “Ibu masuk kategori alumni luar biasa,” yang langsung disambut aplaus para peserta.
Menteri Pendidikan itu menyampaikan keyakinannya, bahwa pembentukan IKA Unhas Timor Leste dapat mendorong alumni berkontribusi lebih besar dalam pembangunan negara.
Siapa Joao, Ketua Terpilih IKA Unhas Timor Leste?
Kongres pertama IKA Unhas Timor Leste berlangsung cukup lama, yakni sekitar delapan jam, sejak dubuka oleh Sekjen PP IKA Unhas pada pukul 09:00 WITA.
Pada pukul 13:35 WITA kabarika.id mengirim pesan WA kepada Julio untuk menanyakan siapa yang terpilih sebagai ketua IKA Unhas Timor Leste.
Lima menit kemudian Julio menelpon dengan mengatakan, “Kami masih membahas AD/ART. Nanti setelah itu baru kami melakukan pemilihan ketua. Kami sampaikan bapak segera setelah ketua terpilih,” ujar Julio melalui telepon.
Pada pukul 17:54 WITA sebuah pesan WA dari Julio: “Ketua Umum yang terpilih Dr. Joao Noronha. Sekjen Julio Pereira de Castro,” tulis Julio dalam chat-nya.
Dr. Joao Noronha adalah alumni Fakultas Sastra Unhas jurusan Linguistik, angkatan 1988. Joao kini adalah dosen Universidade Nacional Timor Lorosa’e (UNTL).
Pendidikan S-2 dan S-3 diperoleh di Australia.
Mendampingi Joao sebagai ketua, adalah dr. Marcelio dari Rumah Sakit HNGV Dili sebagai wakil ketua.
Sedangkan Sekretaris dijabat oleh Ir. Julio Castro Forester dari Kementerian Kehutanan Timor Leste, dan Bendahara dipercayakan kepada Jacinto Brito dari Kementerian Keuangan Timor Leste. (ama).