PAREPARE — Kapolsek Ujung Polres Parepare, AKP Sukri Abdullah, kembali menyapa warga dalam kegiatan dialogis “Jumat Curhat”. Pertemuan mingguan antara masyarakat dan pihak kepolisian ini dikemas secara hangat melalui konsep Tudang Sipulung (duduk berdiskusi bersama) di Jalan Mattirotasi RW 2, Kelurahan Labukkang, tepatnya di depan Taman Mattirotasi, Jumat (25/09/2026).
Dalam kegiatan ini, Kapolsek Ujung didampingi oleh Kanit Lantas AKP Samsaidi Baco, Sekretaris Kelurahan Labukkang Ibu Hurriyati, serta Bhabinkamtibmas Bripka Andi Marsyaldi.
Mengawali kegiatan, AKP Sukri Abdullah menyampaikan pesan kewaspadaan terkait ancaman kebakaran di tengah dampak fenomena El Nino yang masih berlangsung.
“Hati-hati saat meninggalkan rumah. Ibu-ibu pastikan kompor di rumah sudah padam. Potensi bahaya kebakaran sangat rapi mengintip kita. Percikan api kecil bisa berubah menjadi besar dalam sekejap akibat hembusan angin kencang. Jadi tetap waspada dan hindari membakar sampah di sekitar pemukiman,” imbau AKP Sukri.
Guna mempercepat pelayanan kepolisian, Kapolsek juga membagikan nomor kontak pribadinya kepada para peserta yang didominasi oleh para ibu rumah tangga dan Ketua RW 2 setempat.
“Jika membutuhkan bantuan, silakan hubungi kontak saya di 08114255256, Insya Allah akan segera saya respons. Selain itu, ada layanan Call Center 110 yang bisa dihubungi kapan saja saat membutuhkan kehadiran polisi secara cepat,” lanjutnya.
Sesi tanya jawab berlangsung interaktif. Salah satu warga menanyakan prosedur pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) serta kebiasaan memberikan kendaraannya kepada anak usia sekolah.
Menanggapi hal tersebut, Kanit Lantas Polsek Ujung, AKP Samsaidi Baco, menjelaskan tata cara pembuatan SIM.
“Untuk pengurusan SIM, silakan datang langsung ke bagian pelayanan penerbitan SIM di Satpas Sat Lantas. Informasi mengenai syarat dan rincian biaya resmi tertera di sana. Jangan lupa membawa KTP,” ujar AKP Samsaidi.
Ia juga mengimbau tegas para orang tua agar tidak memberikan sepeda motor kepada anak di bawah umur.
“Tolong Bapak dan Ibu, demi keselamatan, jangan izinkan anak remaja kita membawa kendaraan sendiri. Emosi mereka yang belum stabil berisiko memicu kecelakaan lalu lintas. Kita sering melihat anak-anak berkendara ugal-ugalan, tidak memakai helm, dan berboncengan tiga akibat terpengaruh lingkungan. Jika sayang anak, tahan dulu memberikan kendaraan sampai usia mereka mapan dan berizin,” tegasnya.
Kegiatan Jumat Curhat tersebut ditutup dengan penyampaian aspirasi dari warga mengenai gorong-gorong terbuka yang mengganggu keindahan lingkungan sekitar.
“Aspirasi penutupan gorong-gorong ini sudah didengar langsung oleh Ibu Seklur (Hurriyati) dan akan ditindaklanjuti. Jika diperlukan, kita bisa turun kerja bakti bersama-sama,” tutup AKP Sukri.
Acara berakhir dalam suasana hangat dan kekeluargaan, membawa harapan agar imbauan kepolisian terkait keselamatan dan kewaspadaan bencana dapat diterapkan oleh masyarakat.(*)