Tragis! Kapal Rombongan Camat Liukang Tupabbiring Tenggelam di Pangkep, Tiga Orang Meninggal Dunia

Ilustrasi kapal tenggelam akibat cuaca buruk Ilustrasi kapal tenggelam akibat cuaca buruk
Bagikan

PANGKEP, VOICESULSEL — Kecelakaan laut tragis mengguncang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Sebuah kapal penumpang bernama Dg. Nasrung yang mengangkut rombongan Camat Kecamatan Liukang Tupabbiring tenggelam di perairan Pulau Podang-Podang, Desa Mattiro Dolangeng, Sabtu (27/12/2025). Insiden ini merenggut tiga korban jiwa.

Kapal tersebut membawa 12 penumpang, termasuk Fitri Mubarak, Camat Liukang Tupabbiring, bersama rombongan dari Dompet Dhuafa yang tengah melakukan perjalanan kemanusiaan ke wilayah kepulauan.

Perjalanan dimulai sekitar pukul 08.00 Wita dari Dermaga Kali Bersih, Kabupaten Pangkep, menuju Pulau Sarappo Caddi, Desa Mattiro Langi. Cuaca laut pada awal keberangkatan dilaporkan relatif normal, dan perjalanan diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam.

Namun situasi berubah drastis sekitar pukul 11.10 Wita. Saat kapal berada kurang lebih satu mil dari Pulau Podang-Podang, angin kencang disertai hujan lebat tiba-tiba menerjang. Kapal miring ke sisi kiri dan mulai kemasukan air laut. Dalam kondisi panik dan darurat, anak buah kapal (ABK) berupaya menyelamatkan diri dengan berenang ke daratan terdekat untuk meminta bantuan.

Sekitar pukul 11.30 Wita, warga Pulau Podang-Podang yang mengetahui kejadian tersebut segera melakukan pertolongan. Para penumpang dievakuasi ke dermaga pulau setempat. Namun nahas, tiga orang penumpang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Ketiga korban meninggal adalah:

Fitri Mubarak, Camat Liukang Tupabbiring

Imran (32), Ketua Dompet Dhuafa, warga Segeri

Darma (35), tenaga P3K Bidan Puskesmas Sarappo Lompo, warga Labakkang

Sementara itu, pemilik kapal diketahui bernama Dg. Nasrun (50), seorang wiraswasta asal Sarappo Lompo. Kapal yang digunakan merupakan perahu penumpang dengan kapasitas maksimal 15 orang.

Pasca kejadian, pihak terkait di Pulau Podang-Podang langsung melakukan koordinasi, mengumpulkan keterangan saksi, serta menyusun laporan resmi untuk diteruskan ke komando atas. Proses evakuasi korban ke daratan utama direncanakan segera dilakukan untuk selanjutnya dipulangkan ke kediaman masing-masing.

Peristiwa ini menambah daftar panjang kecelakaan laut di wilayah kepulauan Pangkep, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem saat melakukan perjalanan laut.(*)