PAREPARE VOICESULSEL — Kebakaran yang menewaskan satu orang di Jalan Andi Makkulau Kelurahan Bukit Indah Kecamatan Soreang Parepare, pada Minggu 16 Juli 2023 lalu ternyata disebabkan karena kesengajaan. Seorang pria inisial FR (19) sengaja membakar rumah milik pria bernama Aco dikarenakan sakit hati dan dendam.
Baca : Kebakaran di Parepare Sebabkan 1 Orang Meninggal. Begini Kronologinya
Menurut keterangan Kapolres Parepare AKBP Arman Muis dalam press releasenya, mengatakan bahwa tersangka FR sakit hati karena sering dipukuli oleh pemilik rumah tanpa penyebab. “Modusnya sakit hati kepada lelaki inisial A, sehingga membakar rumah korban tanpa sempat memikirkan penghuni didalamnya.
Peristiwa tersebut sebelumnya diduga karena korsleting listrik yang menyebabkan rumah terbakar dan menewaskan satu orang penghuni. Satu unit mobil pada saat itu juga ikut terbakar.
Arman Muis menjelaskan, awal kejadian ini terungkap, saat adanya informasi masyarakat, kalau peristiwa kebakaran tersebut dirasa janggal. “Awal kasus ini sesuai informasi awal adalah sebuah kosleting listrik, namun setelah ada informasi saksi dan masyarakat yang mengatakan ada keanehan, sebab sebelumnya ada cekcok mulut antara pemilik rumah dengan terduga pelaku,” ujarnya.
Sejak saat itu, tersangka mulai dicari keberadaannya oleh polisi. Namun lokasi pelaku sulit diendus sebab tidak menggunakan ponsel saat pergi meninggalkan rumahnya.
“Satreskrim bekerjasama dengan personil dan kasat Intel melakukan pencarian dan penyelidikan, hingga berhasil mengamankan tersangka di rumah bapaknya di Larompong Luwu dan bersangkutan mengakui perbuatannya,” jelasnya.
Ia menceritakan, kejadian bermula saat pelaku merasa dendam dan sakit hati kepada korban. Lalu pelaku menyiapkan satu botol petalite yang dibawanya lalu disiramkan ke rumah korban pada Minggu (dinihari) 16 Juli 2023 sekira pukul 04.00 WITA. Setelah membakar, pelaku lalu pergi meninggalkan lokasi kejadian.
Pelaku dikenakan pasal 187 ayat 3 KUHPidana dengaan ancaman 20 tahun penjara. Peristiwa ini sempat menghebohkan warga sekitar, sebab kejadian yang menimbulkan korban jiwa dan materi terjadi secara tiba-tiba dan pada subuh hari, dimana saat itu warga masih terlelap tidur. Pelaku juga tinggal tidak jauh dari TKP.