VOICE SULSEL — Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta masyarakat khususnya anak-anak agar tidak berlebihan saat bermain lato-lato. Sebab sesuatu yang berlebihan bisa mendatangkan hal yang tidak baik.
“Lato-lato kalau (dimainkan) berlebihan, berjam-jam, tidak kenal waktu, tidak kenal situasi, pasti membahayakan,” ucap kang Emil, sapaan akrabnya, saat ditemui di Graha Tirta Siliwangi, Kamis (12/1).
Bahaya yang dimaksud Ridwan Kamil adalah sifat anak yang eksesif dalam memainkan lato-lato itu. Eksesif itu berdampak pada anak-anak yang candu memainkan lato-lato tanpa mengenal situasi.
Tak dapat dipungkiri, suara dari mainan lato-lato dapat menguasai seisi ruangan hingga luar ruangan.
“Jadi jangan disalahkan lato-latonya, yang disalahkan adalah eksesif waktu yang orang Indonesia, kebiasaan wah, mengeksploitasi sesuatu sampai lupa waktu, lupa sopan santun, lupa situasi,” ucapnya.
Disinggung soal larangan membawa lato-lato ke sekolah, Emil mengembalikan keputusan itu kepada pihak sekolah. Selagi tidak merasa terganggu. “Jadi kalau dirasa mengganggu harus ada tindakan di wilayah masing-masing. Tidak bisa dipukul rata. Kalau di sekolah itu ternyata mengganggu, silakan dilarang. Kalau tidak mengganggu, masih bisa ditoleransi, tidak masalah, namanya juga hobi,” pungkas Emil.
Lato-lato dua bulan terakhir ini viral dimainkan oleh anak-anak. Padahal permainan ini sudah populer puluhan tahun lalu, trending lagi dan berlanjut hingga kini. Permainan dua bola yang saling dibenturkan ini menimbulkan suara cukup keras hingga kadang mengganggu orang sekitarnya.(*)