VOICE SULSEL — Emosi keluarga korban pembunuhan sadis di Kota Makassar memuncak usai korban bernama Muhammad Fadli Sadewa dimakamkan di pemakaman Paropo Makassar.
Massa lantas merusak rumah kedua pelaku karena luapan emosi bagi pihak keluarga bocah naas yang dibunuh oleh pelaku.
Dari pantauan lapangan, puluhan keluarga dan kerabat Fadli Sadewa dengan beringas dan menghancurkan rumah kedua pelaku A (17) dan MF (14). Terlihat dalam sebuah video yang beredar di media sosial, rumah keduanya rusak berat usai dirusak oleh massa.
Seperti diketahui, kedua pelaku merupakan pelajar di Makassar yang diduga menculik dan membunuh M. Fadli Sadewa.
Mereka membunuh lantaran terpengaruh Yandex, mesin pencari buatan Rusia. Yang mereka temukan di Yandex: Harga jual organ manusia ternyata senilai jutaan dolar.
“Berdasarkan keterangan pelaku, mereka sering membuka Yandex, melihat penjualan organ-organ sel atau tubuh manusia,” kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Abdul Azis, Selasa (10/1).
Memang pada akhirnya mereka gagal menjual organ tubuh korban karena tidak tahu bagaimana caranya. Mereka hanya membuang jasad ke Waduk Nipa-nipa.
Fadli Sadewa dilaporkan hilang oleh orang tuanya pada Senin (9/1) karena tidak pulang sejak sehari sebelumnya. Rekaman CCTV menunjukkan dia diculik di dekat rumahnya, Jalan Batua Raya, Makassar. Fadli Sadewa dilaporkan hilang oleh orang tuanya pada Senin (9/1) karena tidak pulang sejak sehari sebelumnya. Rekaman CCTV menunjukkan dia diculik di dekat rumahnya, Jalan Batua Raya, Makassar.
“Korban awalnya dibawa ke rumah Adrian, kemudian korban dikasih tontonan film di laptop sembari diberi headset. Adrian dari belakang mencekik leher korban hingga tewas,” bebernya.
Setelah tak sadarkan diri, korban diseret ke toilet. Di situ diikat dan dimasukkan dalam kantong plastik, lalu dibawa. “Jasad korban dibuang di kolom jembatan Waduk Nipa-nipa Moncongloe,” ungkapnya.
Saat ini kedua pelaku telah diamankan dan diperiksa kepolisian, sedangkan jasad Fadli Sadewa dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar.(*)