SIDRAP, VOICESULSEL — Kedatangan Syaqirah, peserta Dangdut Academy 7 (DA7) asal Kabupaten Sidrap, disambut lautan manusia sejak di Bandara Sultan Hasanuddin hingga ke kampung halamannya, Minggu (23/11/2025). Ribuan warga tumpah ruah di sepanjang jalur iring-iringan, membuat arus lalu lintas di sejumlah titik macet hingga berjam-jam.
Di antara rombongan, sebuah mobil Alphard putih tulang berpelat 777 menjadi sorotan warga. Banyak yang menilai angka itu sebagai simbol keberuntungan. Dalam budaya Bugis, angka 77 dikenal sebagai matuju-tujung, pertanda tuah dan isyarat baik. Hal ini memicu spekulasi publik, apakah Syaqirah akan kembali bersinar dan mengamankan posisi di Top 7 DA7.
“Aura positifnya memang terasa,” ujar Salma, warga Batu Pute, Kabupaten Barru, yang turut menyaksikan arak-arakan tersebut.
Tingginya antusiasme masyarakat membuat sejumlah warga kesulitan melintas. Suwardi, pengendara asal Parepare, mengaku terhambat macet hingga dua jam. “Warga tumpah ruah di jalan menjemput Syaqirah,” katanya.
Sesampainya di perbatasan Sidrap, Syaqirah disambut langsung oleh Bupati Sidrap, sebelum melanjutkan perjalanan menuju kediamannya di Kecamatan Dua Pitue.
Syaqirah, pelajar asal Tanrutedong, Dua Pitue, sebelumnya mencuri perhatian publik setelah meraih golden ticket pada audisi Dangdut Academy 7 Indosiar. Karier bernyanyinya sudah dimulai sejak duduk di bangku kelas 1 SD di SDN 15 Tanrutedong. Ia sering tampil di berbagai panggung, lomba, hingga acara pernikahan di kampungnya.
Kini siswi SMPN 1 Dua Pitue itu menjadi salah satu talenta muda yang diperhitungkan. Meski langkahnya di panggung DA7 terhenti setelah tersenggol di salah satu babak penentuan, ribuan pendukung tetap memberikan apresiasi atas perjuangannya. Antusiasme warga yang menyambutnya mulai dari Maros, Pangkep, hingga Sidrap menjadi bukti kuatnya dukungan masyarakat bagi remaja berbakat tersebut.(*)