VOICE PAREPARE — Pj Walikota Parepare Akbar Ali menyampaikan harapan terkait kawasan langganan banjir di Tegal Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung Parepare, Sabtu 23 Desember 2023. Ia lantas mengomentari kegiatan padat karya yang dilakukan LSM Lingkar Hijau di wilayah itu yang sudah satu Minggu melakukan pembersihan drainase saluran air.
Pj Walikota Parepare Akbar Ali mengatakan, Parepare sebagai Kota langganan banjir perlu mendapatkan penanganan serius yang tidak hanya dilakukan oleh pemerintah kota, namun juga melibatkan pemerintah pusat.
“Penanganan banjir kita ini sifatnya hanya parsial, sebab nanti pada saat mau musim hujan baru kita benahi saluran air, padahal di Parepare ini harus dilakukan secara masif,” katanya.
Menurut Akbar, dibutuhkan anggaran yang besar untuk melakukan pengerukan sungai khususnya di daerah aliran sungai seperti Tegal. Sebab kata dia, sedimentasi sungai disana sudah cukup tinggi, yang tidak bisa lagi menampung air apabila hujan dengan intensitas tinggi.
“Disisihkan sebagian APBD kita khusus untuk penanganan banjir, termasuk penanganan sungai yang ada di Tegal ini, sebab sungai ini sedimennya sudah tinggi sehingga harus menggunakan alat berat untuk dikeruk, makanya harus ada dukungan pemerintah provinsi dan pusat karena ini akan butuh biaya besar,” kata dia.
Banjir Parepare sebut Akbar juga disebabkan karena kiriman air dari wilayah Kabupaten Sidrap. sebab pengunungan di wilayah yang berfungsi sebagai resapan air digunakan warga untuk menanam jagung. Menurut Walikota, dalam waktu dekat masyarakat bersama stakeholder lainnya akan melakukan kerja bakti bersama.
“Tapi ini sesungguhnya wilayah ini harus dilakukan kerja masif dan besar-besaran dan tidak bisa dilakukan manual,” jelasnya.
Sementara Ketua LSM Lingkar Hijau Ikbal Rahim Gani mengaku tetap melaksanakan kegiatan padat karya secara bertahap. Kata dia, memasuki hari ke 8 pihaknya tetap bekerja bersama tim dengan agenda selanjutnya di titik anak sungai yang dinilainya membutuhkan perbaikan.
“Namun saat ini kami masih melakukan pembersihan selokan dan drainase untuk mengadvokasi masyarakat, karena kemampuan kami terbatas sehingga harus di support oleh pemerintah daerah.
Mumpung keadaan ini masih adem-adem saja, mudah-mudahan di Januari kita bisa menggunakan alat dan melakukan reboisasi di hulu penanaman pohon di perbatasan Parepare Sidrap,” jelasnya.
Ikbal berharap kegiatan padat karya menolak banjir di Tegal Mudah bisa berjalan konsisten tanpa harus menunggu adanya bantuan dari pemerintah, baik daerah maupun pusat.(fs)