Beranda » Minim Pengawasan, GOR Lompoe Diduga Jadi Tempat Mesum

Minim Pengawasan, GOR Lompoe Diduga Jadi Tempat Mesum

Alat kontrasepsi habis pakai ditemukan berserakan di lokasi Gedung Olah Raga di Kelurahan Lompoe Bacukiki.
Bagikan

PAREPARE, VOICE SULSEL — Alat kontrasepsi habis pakai ditemukan berserakan di Gedung Olahraga (GOR) Lompoe, Kecamatan Bacukiki Kota Parepare, belum lama ini. Hal tersebut memantik dugaan lokasi GOR dijadikan tempat mesum.

Satpol PP Kota Parepare langsung menanggapi. Melalui, Sekretaris Satpol PP, Ulfah mengatakan, Satpol PP Kota Parepare sementara menelusuri gambar yang beredar.

“Akan dilakukan patroli secara rutin oleh tim Patroli Reaksi Cepat (PRC) Satpol PP Kota Parepare,” ujarnya, Kamis 3 Maret 2022

Sementara, Kepala Satpol PP Kota Parepare Muhammad Anzar mengatakan, dengan ditemukannya alat kontrasepsi habis pakai yang berserakan di GOR, pihaknya akan melakukan pemantauan setiap waktu. Ia mengaku akan menyisir lokasi dengan berpatroli setiap malam mencegah adanya hal-hal yang tidak diinginkan disana.

“Insya Allah kami akan melakukan pemantauan setiap waktu, menyisir agar supaya tidak terjadi hal seperti yang tidak diinginkan bersama. Satpol PP juga akan patroli tiap malam bertujuan untuk mengantisipasi atau mencegah agar anak-anak tidak ke sana,” ujarnya.

Anzar mengakui, lokasi GOR yang berada agak jauh dari pemukiman warga dan sepi. Sehingga dapat dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk berbuat ‘mesum’.

“Namanya akan muda tentu kita pantau terus. Lokasinya memang agak sepi. Rumah penduduk lumayan jauh. Sehingga kalau memang ingin anak-anak kita berbuat seperti itu, tidak ada yang menghalangi. Tapi dalam kondisi itu kami tidak lepas dari tanggung jawab kami sebagai Satpol PP untuk ketertiban umum masyarakat,” tegasnya.

Terpisah, Ketua PCNU Kota Parepare, Dr Kiyai Hannani menyarankan, sebaiknya ada penerangan lampu listrik di tempat-tempat kumpulnya para remaja.

Hannani juga mengatakan, perhatian dan pendidikan akhlak kepada anak harus lebih aktif dilakukan oleh para orangtua, guru dan masyarakat.

“Orangtua perlu memberikan perhatian dan pengawasan lebih ketat kepada putra putrinya, seperti membatasi izin keluar malam,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, ia juga meminta masyarakat turut serta dalam melakukan pengawasan lingkungan sekitar dengan melakukan pencegahan apabila melihat hal-hal yang tidak senonoh akan terjadi.

“Masyarakat harus ikut serta menjaga dan mengawasi lingkungan sekitarnya, sehingga kalau ada tindakan tidak senonoh, segera melakukan pencegahan,” tandas Hannani. (Nan)