PAREPARE, VOICESULSEL – Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kota Parepare mengakui mengalami kekurangan pendonor darah di tengah tingginya kebutuhan transfusi bagi pasien rujukan.
Hal tersebut disampaikan dalam Musyawarah Cabang (Muscab) XI PMI Parepare yang berlangsung di Hotel Pariwisata Parepare, Sabtu (28/2/2026).
Ketua PMI Parepare, Surianto, mengungkapkan Parepare menjadi daerah rujukan layanan kesehatan bagi pasien dari berbagai wilayah sekitar.
Kondisi ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan darah, sementara jumlah pendonor masih terbatas.
“Rumah sakit rujukan ada di Parepare, sehingga banyak pasien dari luar daerah yang membutuhkan darah. Karena itu kami harus berkeliling mencari pendonor di berbagai kegiatan,” ujarnya.
Ia menyebut selama ini PMI Parepare banyak terbantu oleh sejumlah instansi seperti Brimob, Brigif, dan Polres yang menjadi penyumbang pendonor terbesar.
Meski demikian, stok darah dinilai masih belum mencukupi kebutuhan pelayanan kesehatan.
Surianto berharap Pemerintah Kota Parepare dapat mendorong pelaksanaan donor darah rutin di setiap organisasi perangkat daerah sebagai bentuk sinergi kemanusiaan untuk menjaga ketersediaan stok darah.
“Kalau bisa sesekali ada donor darah di setiap dinas agar Parepare bisa tangguh dan kebutuhan darah masyarakat tetap terpenuhi,” katanya.
Selain persoalan kekurangan pendonor, Surianto juga menyinggung isu jual beli darah yang kerap beredar di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa PMI tidak melakukan praktik tersebut, melainkan terdapat biaya yang berkaitan dengan proses pemeriksaan dan pengolahan darah sebelum digunakan pasien.
“Darah itu diproses terlebih dahulu, dan proses inilah yang membutuhkan biaya. Jadi bukan jual beli darah,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris PMI Sulawesi Selatan, Kahar Gani, menilai kolaborasi antara PMI dan pemerintah daerah perlu diperkuat, termasuk melalui dukungan hibah untuk menunjang operasional pelayanan kemanusiaan.
Ia juga berharap kepengurusan PMI ke depan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, DPRD hingga kalangan profesional dan akademisi, guna memperkuat kelembagaan PMI di daerah.
Muscab PMI Parepare diharapkan berjalan lancar hingga terbentuk kepengurusan baru yang mampu menjawab tantangan kebutuhan darah serta meningkatkan pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat.(*)