Siapkan Bantuan Motor Untuk Distribusi MBG
JAKARTA, VOICESULSEL — Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN, Wihaji, melaporkan sejumlah perkembangan program strategis kepada Presiden terkait pendampingan keluarga, distribusi Makanan Bergizi (MBG), hingga peningkatan kapasitas penyuluh.
Dalam keterangannya, Wihaji mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 597.898 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang aktif bekerja di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 42.163 TPK tercatat telah mendistribusikan program MBG khusus ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Baca: Pertamina Patra Niaga Sulawesi dan BKKBN Sulsel Kolaborasi Dukung Program TAMASYA
“Penerima manfaatnya sudah lebih dari 3 juta orang. Ini saya laporkan langsung kepada Bapak Presiden,” kata Wihaji.
Penguatan Edukasi Penyuluh KB
Selain itu, Wihaji juga menyampaikan kepada Presiden terkait kebutuhan peningkatan kapasitas para penyuluh KB. Menurutnya, perkembangan program keluarga berencana yang begitu cepat menuntut penyuluh untuk terus mendapatkan edukasi dan pemutakhiran informasi.
“Penyuluh-penyuluh kita ini yang nanti mengedukasi keluarga. Karena itu, Presiden memerintahkan agar mereka terus diberikan pelatihan dan sosialisasi terkait program kementerian,” ujarnya.
Presiden Siapkan Bantuan Motor untuk Penyuluh KB
Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan apresiasi besar terhadap para penyuluh KB dan TPK yang bekerja di lapangan, terutama dalam distribusi MBG dari rumah ke rumah.
Sebagai bentuk dukungan, Presiden menyampaikan rencana untuk memberikan bantuan motor khusus bagi para penyuluh KB dan PLKB. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kerja penyuluh dalam menjangkau masyarakat.
Baca: Hadiri Penyuluhan MBG di Makassar, Wali Kota Parepare Komitmen Peningkatan Gizi Masyarakat
“Insya Allah, beliau memerintahkan untuk mengoordinasikannya. Bahkan tadi disampaikan kemungkinan motor listrik untuk penyuluh KB dan PLKB. Mohon doanya,” tutur Wihaji.
Kesejahteraan TPK Akan Diperhatikan
Wihaji juga menyebutkan bahwa Presiden turut memberikan perhatian khusus terhadap kesejahteraan Tim Pendamping Keluarga. Menurutnya, pemerintah akan memikirkan bentuk dukungan yang tepat untuk para tenaga lapangan tersebut.
“Ini menjadi semangat kami di Kementerian yang telah ditransformasikan dari Badan menjadi Kementerian oleh Presiden. Kami terus berikhtiar sebaik mungkin menjalankan perintah beliau,” ucapnya.
Baca: Presiden Prabowo Janji Perluas Transportasi Kereta Api Nasional, Termasuk Sulawesi Selatan
Di akhir pernyataannya, Wihaji kembali menyampaikan apresiasi Presiden kepada seluruh penyuluh KB dan TPK se-Indonesia.