Warga sebuah desa di Kecamatan Putihan, Jawa Tengah, dikejutkan dengan temuan mengerikan di area pemakaman umum. Sebuah makam milik pemuda bernama Janur (23) yang meninggal akibat kecelakaan sebulan lalu, ditemukan sudah dibongkar dan ditimbun ulang dengan kondisi tidak wajar.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Sumarni. saat hendak ke pasar. Ia mendapati gundukan tanah baru di sekitar makam meski tidak ada laporan warga meninggal dunia sebelumnya.
“Saya heran, soalnya tidak ada yang wafat. Pas saya lihat tanahnya masih merah, baru sekali ditimbun,” ujar Sumarni.
Kecurigaan Sumarni segera mengundang perhatian warga lain. Bersama kepala desa, mereka memutuskan menggali kembali gundukan tanah tersebut. Betapa terkejutnya warga saat peti mati Janur dibuka jasadnya masih ada, tapi kepalanya hilang.
Diduga Dibongkar untuk Dijual
Pihak kepolisian yang turun ke lokasi langsung memasang garis polisi di sekitar area makam. Dari hasil pemeriksaan sementara, petugas menemukan tanda-tanda pemotongan rapi di bagian leher korban, bukan akibat hewan liar.
“Potongan sangat halus, dilakukan dengan benda tajam. Ini jelas ulah manusia,” ujar seorang dokter forensik Stepanie dilansir dari akun Youtubenya.
Informasi sementara menyebutkan, pembongkaran makam tersebut diduga terkait perdagangan organ tubuh dan kepercayaan ritual ilmu kebal.
Kepala manusia disebut-sebut bernilai hingga puluhan juta rupiah di pasar gelap klenik.
Bisnis Gelap Jasad Manusia
Dalam pernyataannya di kanal YouTube, dr. Stephanie menegaskan bahwa praktik menjual jasad manusia memang pernah terjadi di berbagai daerah di Indonesia, bahkan sejak tahun 1980-an.
“Bagian tubuh seperti kepala atau tulang manusia sering dijadikan komoditas ekonomi. Dipercaya membawa rezeki, kekebalan, bahkan keberuntungan. Tapi itu murni kepercayaan sesat dan sangat berbahaya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, menyimpan organ tubuh manusia tanpa izin medis bisa memicu penyakit menular dan pelanggaran hukum berat.