MAMASA VOICESULSEL — Para guru di Kabupaten Mamasa dikabarkan akan melakukan aksi mogok mengajar. Penyebabnya, karena sertifikasi dan tambahan penghasilan mereka belum dibayarkan pemerintah setempat.
Beredar informasi kalau guru-guru akan mogok mengajar. Hal tersebut, bila tuntutan mereka tidak segera dipenuhi.
Mogok kerja yang dilakukan para guru, buntut dari sertifikasi triwulan III dan IV, serta tambahan penghasilan yang belum dibayarkan.
Terkait hal tersebut, Penjabat (Pj) Bupati Mamasa, DR Zain mengaku sejumlah guru di Kabupaten Mamasa, Sulawesi barat (Sulbar) dikabarkan akan mogok mengajar. Kepada wartawan Zain mengatakan, sesuai kesepakatan dengan forum guru, hari jumat lalu, bahwa Pemda Mamasa akan membayarkan tunjangan profesi, tunjangan khusus dan tambahan penghasilan para guru pada, Januari sampai Maret.
“Dan khusus bulan Januari sudah diterbitkan SP2D tgl 12 Januari, sebesar Rp 7,3 M. Sisanya akan dibayarkan bulan Februari dan Maret sebesar 7,6 M,” kata Zain kepada wartawan, Selasa 16 Januari 2024.
Ia menyampaikan bahwa dirinya sudah mendapatkan arahan langsung dari Irjen Kemendagri, DJPK Kemenkeu dan Kemendikbud. “Detailnya, 53 orang yang belum terbayar di tri wulan ke 3 sudah ada di rekening BRI penampungan, dan besok disalurkan ke rekening masing-masing guru,” jelas Zain kepada sejumlah wartawan.
Sementara kata dia, untuk tri wulan 4 sebanyak 719 guru, uangnya sudah ada di Bank Sulselbar, dan akan ditransfer ke rekening guru dalam 2 atau 3 hari ke depan.
”Saya menghimbau kepada seluruh guru untuk terus mengajar, berdedikasi dalam mencerdaskan anak bangsa. Kita terus bekerja keras dan hak-hak guru akan kita penuhi dan bayarkan,” imbuhnya.(*)