Beranda » Dinas Kelautan Ajatappareng Temu Paccarita Anti Bom dan Bius Ikan

Dinas Kelautan Ajatappareng Temu Paccarita Anti Bom dan Bius Ikan

Bagikan

VOICE BARRU — Cabang Dinas Kelautan (CDK) Ajatappareng, Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Sulsel menggelar Temu PACARITA (Pemuda Cinta Bahari Anti Bom dan Bius Ikan) di Dusun Lojie Desa Bojo Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru.

Kegiatan tersebut merupakan upaya DKP Sulsel melalui CDK Ajatappareng mendorong pemuda khususnya di wilayah Ajatappareng untuk ikut menjaga ekosistem laut dari aktivitas penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing), utamanya penggunaan bom dan bius ikan, sesuai nama kegiatannya Temu Pacarita (Pemuda Cinta Bahari, Anti Bom dan Bius Ikan).

Kegiatan ini menghadirkan 4 narasumber dari berbagai background untuk memberikan motivasi dan menambah kapasitas pemuda khusunya di wilayah Ajatappareng tentang pentingnya menjaga ekosistem laut.

Narasumber pertama yaitu yang mewakili Bapak Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan yaitu Kepala Bidang Pengelolaan Ruang Laut Dr. Ir. H. Abdul Muas, M.Si memberikan arahan tentang kebijakan Kelautan dan Perikanan di Sulawesi Selatan yang menjadi pilar pertumbuhan ekonomi di sulsel sehingga ekosistem laut harus kita jaga bersama.

Komandan Pos TNI Angkatan Laut Pinrang, Letda Moch H Tameng Purbaya, memberikan materinya terkait peran TNI AL terkait Destruktif Fishing dan mengajak para pemuda membantu aparat penegak hukum untuk membersihkan perairan khususnya di wilayah Ajatappareng dari tindakan bom dan bius ikan sehingga ekosistem kita dapat lestari dan nelayan tidak jauh-jauh lagi menangkap ikan.

Salah satu narasumber yakni Munandar Jakasukamana dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar. Dalam kesempatannya, ia menjelaskan mengenai peran pemuda dalam mengurangi kegiatan penangkapan ikan yang merusak terhadap biota laut memamparkan strategi penguatan kelembagaan pemuda sebagai pilar keberlanjutan ekosistem laut.

Lalu ada Firmasyah selaku pemerhati lingkungan Lima Putra Pesisir yang menampilkan keberhasilan kegiatan konservasi di Daerah Lowita Kabupaten Pinrang terkait, Transplantasi Karang, Penanaman Mangrove, dan kegiatan konservasi penyu sehingga memberikan pengalamannya terkait konservasi tersebut kepada para pemuda pesisir Ajatappareng, serta menjelaskan kepada pemuda tentang bahayanya tindakan bom dan bius ikan ini dapat menghancurkan ekosistem laut dalam waktu sekejap, sehingga mengajak para pemuda dalam kesempatan temu Pacarita ini untuk mencintai laut kita, untuk kita, dan untuk masa depan anak cucu kita nantinya.

Kemudian Kepala CDK Ajatappareng, Sukmawati Gaffar, S.ST.Pi.,M.Si mengatakan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan motivasi pemuda Ajatappareng khususnya di Kabupaten Barru untuk menjaga ekosistem laut.

Kami berharap output dari kegiatan ini, pemuda Ajatappareng semakin mencintai laut serta aktif melakukan aksi dan saling bekerja sama untuk menjaga dan merehabilitasi ekosistem laut,” ujar Sukma

Sukmawati juga menyampaikan bahwa PACARITA merupakan inovasi DKP Sulsel yang telah memenangkan lomba inovasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yg diinisiasi dari Cabang Dinas Kelautan Pangkajene Kepulauan (CDK Pangkep).

“Inovasi PACARITA kemudian direplikasi oleh beberapa CDK Ajatappareng dan CDK yang lain untuk digalakkan di wilayah kerja masing-masing.(fs)