Beranda » Dibalik jeruji besi, warga binaan Lapas IIA Parepare ikuti ujian pendidikan kesetaraan Paket C tahun ajaran 2024/2025

Dibalik jeruji besi, warga binaan Lapas IIA Parepare ikuti ujian pendidikan kesetaraan Paket C tahun ajaran 2024/2025

Bagikan

PAREPARE, VOICESULSEL – Meski berada di balik jeruji besi, semangat belajar tidak padam. Sebanyak sembilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Parepare mengikuti Ujian Penilaian Akhir Tahun Ajaran 2024/2025 Pendidikan Kesetaraan Paket C (setara SLTA), yang berlangsung selama tujuh hari mulai 21 hingga 27 April 2025.

Kegiatan ini berlangsung di ruang pendidikan Lapas Kelas IIA Parepare dan terlaksana atas kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare melalui UPTD SPNF Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Pelaksanaan ujian ini diawasi langsung oleh petugas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, di antaranya Nurcaya, S.E., M.M., Amirullah, S.Pd., Hikmawati, S.Sos., Hj. Setiadarja, S.Pd., dan Ristiana, S.Pd., serta didukung oleh tenaga pengajar yang berdedikasi tinggi.

Totok Budiyanto: “Kami Bangga dan Terharu”

Kepala Lapas IIA Parepare, Totok Budiyanto, A.Md.IP., S.H., mengaku terharu dan bersyukur atas semangat WBP yang mengikuti ujian ini. Ia menyebutkan total ada 25 WBP yang terlibat dalam pendidikan kesetaraan: 9 orang mengikuti Paket C, 6 orang Paket B, dan 10 orang Paket A. Ujian untuk Paket A dan B akan dilaksanakan pada 19–23 Mei 2025 mendatang.

Totok mengapresiasi sinergi yang terjalin baik dengan Dinas Pendidikan dan seluruh jajaran Lapas, termasuk tenaga pengajar, petugas keamanan, dan staf pembinaan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada enam tenaga pengajar dari SKB Parepare:

Hj. Marmi, S.Pd. (PPKN, Sosiologi, Bahasa Indonesia, IPS)

Ida Wahyuni, S.Pd. (Matematika, Ekonomi, Bahasa Indonesia)

Jawisa, S.Pd. (Matematika, IPA, Sejarah)

Rismayani, S.Pd. (Pendidikan Agama Islam, Sejarah)

Sukmawati, S.Pd. (Bahasa Inggris, TIK)

Rajaif Umar, S.Pd. (PJOK dan SBDK)

Totok berharap pendidikan ini menjadi bekal penting bagi WBP, baik untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi maupun untuk kebutuhan kerja setelah bebas nanti.

Pendidikan Kesetaraan: Hak Setiap Warga Negara

Kepala Seksi Bimnadik, Muchamad Zaenal Fanani, S.Sos., M.M., menyatakan bahwa pendidikan merupakan hak setiap warga negara sebagaimana diatur dalam UUD 1945 dan UU Pemasyarakatan No. 22 Tahun 2022. Ia mengajak WBP untuk tetap semangat dan tidak menyerah, karena program ini dirancang agar mereka dapat bangkit dan memperbaiki diri.

Sementara itu, Kasubsi Bimkemaswat, Nur Alim Syah, S.H., menegaskan bahwa program ini adalah solusi bagi WBP yang putus sekolah, dan pendidikan diberikan secara gratis agar mereka dapat memperoleh ijazah setara SD, SMP, dan SMA.

Dinas Pendidikan Kota Parepare Berikan Apresiasi

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Parepare, H. M. Makmur Husein, memberikan apresiasi atas upaya Lapas IIA Parepare dalam membina dan meningkatkan kualitas pendidikan WBP. Ia menyebut keberhasilan ujian ini sebagai bukti nyata kolaborasi strategis antara lembaga pemasyarakatan dan institusi pendidikan.

Nurcaya, S.E., M.M., dari SKB Parepare juga menegaskan bahwa pendidikan kesetaraan adalah bentuk kehadiran negara bagi seluruh warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana.

Pendidikan Tanpa Batas

Melalui kegiatan ini, Lapas IIA Parepare menunjukkan bahwa meskipun berada di balik tembok penjara, hak atas pendidikan tetap dijamin dan difasilitasi. Program ini membuka harapan baru bagi para WBP untuk menyongsong masa depan yang lebih baik.