PAREPARE, VOICESULSEL – Camat Soreang, Andi Nurpati Katoe, S.Km, secara resmi membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di aula kantor Kecamatan Soreang pada Minggu (19/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian penelitian bertajuk “Pengembangan Prototipe Mortar Komposit dan Biofertilizer dari Limbah Pertanian untuk Aplikasi Industri Konstruksi Berkelanjutan” yang dilaksanakan oleh dosen sekaligus peneliti dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Ir. Evi Aprianti, S.ST., Ph.D.
FGD tersebut menjadi wadah diskusi antara tim peneliti, pemerintah kecamatan, serta para peserta untuk membahas potensi pemanfaatan limbah pertanian sebagai bahan baku inovatif yang memiliki nilai tambah bagi sektor konstruksi dan pertanian. Melalui pendekatan ilmiah yang dikembangkan oleh Universitas Hasanuddin, limbah pertanian diharapkan tidak lagi menjadi persoalan lingkungan, tetapi dapat diolah menjadi material ramah lingkungan yang bernilai ekonomis.
Dalam sambutannya, Camat Soreang Andi Nurpati Katoe menyampaikan apresiasi kepada Universitas Hasanuddin yang telah memilih wilayah Kecamatan Soreang sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan penelitian dan diskusi ilmiah tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan langkah strategis dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan lingkungan sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Soreang, kami menyambut baik kegiatan penelitian ini. Inovasi yang memanfaatkan limbah pertanian menjadi mortar komposit dan biofertilizer merupakan terobosan yang sangat positif. Selain berpotensi mengurangi limbah, hasil penelitian ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan mendukung pembangunan yang lebih ramah lingkungan,” ujar Andi Nurpati Katoe.
Ia juga berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti pada tataran akademik, tetapi dapat dikembangkan menjadi teknologi yang mudah diterapkan oleh masyarakat maupun pelaku industri.
“Sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Kami siap mendukung setiap program penelitian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, peneliti Universitas Hasanuddin, Ir. Evi Aprianti, S.ST., Ph.D., menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan bertujuan menghasilkan prototipe mortar komposit berbahan limbah pertanian yang memiliki kualitas baik, sekaligus mengembangkan biofertilizer yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Menurutnya, penelitian tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung konsep circular economy, yaitu memanfaatkan limbah menjadi produk yang bernilai tambah sehingga mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya.
“Melalui Focus Group Discussion ini, kami ingin memperoleh berbagai masukan dari pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan agar hasil penelitian yang kami lakukan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam menghasilkan inovasi yang aplikatif dan berkelanjutan,” jelas Ir. Evi Aprianti.
Ia menambahkan bahwa pengembangan material konstruksi berbasis limbah pertanian memiliki prospek yang sangat baik karena selain lebih ramah lingkungan, juga dapat menjadi alternatif material yang lebih efisien dan bernilai ekonomi.
Kegiatan FGD berlangsung interaktif dengan berbagai sesi diskusi mengenai pengelolaan limbah pertanian, potensi penerapan hasil penelitian di daerah, hingga peluang kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai rekomendasi yang dapat menjadi dasar pengembangan teknologi tepat guna di masa mendatang, sekaligus memperkuat peran dunia akademik dalam menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan pembangunan, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (*).