Beranda ยป Akibat Langkanya Minyak Goreng, Warga Berebut dan Abaikan Prokes

Akibat Langkanya Minyak Goreng, Warga Berebut dan Abaikan Prokes

Terlihat warga yang antri minyak goreng didepan swalayan cahaya ujung Kota Parepare. Kejadian ini memicu adanya kerumunan
Bagikan

PAREPARE, VOICE SULSEL — Sebuah video beredar bagaimana sesak warga Kota Parepare yang berebut minyak goreng pada sebuah swalayan. Antrian warga demi mendapatkan minyak goreng subsidi dinilai telah mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 karena menimbulkan kerumunan dan berdesakan.

Warga yang tidak sabar dan takut kehabisan minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu perliter terlihat saling dorong dan menyebabkan dan kericuhan di depan kasir swalayan. Diluar swalayan terlihat juga banyak warga yang berjubel.

Kepala Kantor Camat Ujung, Ardiansyah membenarkan kerumunan yang terjadi di swalayan Cahaya Ujung, Jalan Delima Kota Parepare yang terjadi beberapa hari terakhir karena antrian minyak goreng.

Menurutnya, pihaknya bersama dengan Dinas Perdagangan akan duduk bersama pengelola swalayan membahas masalah tersebut. “Iya mungkin besok kami akan membicarakan hal ini bersama pihak pengelola swalayan. Intinya kami ingin mencari solusi distribusi minyak goreng namun tanpa berkerumun,” katanya.

Ardiansyah mengaku, antrian minyak goreng oleh warga tidak dapat dihindarkan. Karena tingginya permintaan dibandingkan dengan stok yang ada. Kata dia, pihak dinas perdagangan dibantu kecamatan dan kelurahan saat ini aktif turun membantu untuk menyalurkan minyak goreng murah kepada warga.

“Kami selaku pemerintah kecamatan maupun kelurahan turun langsung membantu dinas perdagangan dalam operasi pasar dibeberapa kelurahan. Sudah ada 3 kelurahan kami sasar di kecamatan ujung, tapi warga tetap saja ada yang tidak kebagian karena kehabisan stok,” paparnya.

Ia berharap, melalui kesepakatan bersama nantinya dengan pengelola swalayan dalam menyalurkan minyak goreng tidak lagi menimbulkan desak-desakan dan kerumunan.

Sementara Dinas Perdagangan Kota Parepare terus mengupayakan menggandeng distributor mendatangkan minyak untuk disalurkan ke masyarakat melalui operasi pasar.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan Kota Parepare, Andi Sunra mengaku baru-baru ini, pihak dinas perdagangan memperoleh pasokan minyak goreng dari distributor yang ada di Kabupaten Takalar sebanyak 300 dos kemasan 2 liter.

“Di drop di persinggahan di Kecamatan Bacukiki. Tapi cuman setengahnya. Karena setengahnya sudah diambil pihak Kecamatan Ujung untuk Operasi Pasar sebanyak 150 dos,” katanya.(wal)