Ubur-ubur, Alternatif Makanan Laut Kaya Gizi

Manusia disarankan makan lebih banyak ubur-ubur dibanding hewan laut lainnya. Pendapat itu disarankan para ilmuwan di University of Queensland, Australia. Para peneliti mengatakan, konsumsi ubur-ubur di seluruh dunia harus ditingkatkan untuk melindungi spesies ikan yang terancam punah.

Penelitian tersebut menemukan bahwa 91 spesies ikan yang terancam punah. Secara global ditangkap secara legal dalam skala industri.

Sekitar 15 persen dari spesies ini diperdagangkan secara internasional, terutama untuk konsumsi di seluruh Eropa. Spesies ini termasuk ikan seperti haddock, mackerel kuda Atlantik, dan tuna matabesar.

“Makan sesuatu yang terancam punah seharusnya ilegal, terutama spesies yang sangat terancam punah,” kata Dr Carissa Klein, yang terlibat dalam studi tersebut, seperti dikutip Euronews.

Jika ingin terus makan makanan laut, industri perikanan perlu beralih ke sumber yang lebih berkelanjutan, menurut tim Queensland sembari menambahkan bahwa ubur-ubur telah menjadi makanan pokok beberapa masakan selama lebih dari 1.700 tahun, tetapi belum menjadi sumber proteinutama di seluruh dunia.

Spesies terbarukan

Ahli biologi kelautan, Lisa-ann Gershwin mengatakan kepada BBC News, bahwa memancing atau menangkap ubur-ubur lebih mirip dengan memetik apel, karena cara reproduksi mereka yang unik.

“Dengan ikan, kamu memancingnya dan mereka semua punah, tetapi dengan ubur-ubur itu seperti memetik apel dari pohon,” jelas Gershwin.

“Mereka memiliki siklus hidup yang semakin banyak yang kamu buang, semakin banyak mereka menghasilkan, seperti apel di pohon.”

Gershwin mendeskripsikan spesies itu sebagai “terbarukan”, yang berarti kekhawatiran tentang penangkapan ikan berlebihan atau menipisnya stok ikan jauh lebih sedikit. Ubur-ubur juga sangat sehat untuk makanan manusia, dengan kalori yang hampir tidak ada tetapi pasokan protein yang cukup. Dalam satu porsi ukuran 75 gram ubur-ubur, hanya ada 36 kalori tetapi mengandung hampir empat gram protein.

Daging ubur-ubur sendiri hampir tidak memiliki rasa, melainkan rasa saus dan bumbu yang digunakan untuk memasak ubur-ubur.

“Mereka agak licin, renyah, dan kenyal,” jelas Gershwin, “di mulut rasanya seperti persilangan antara mentimun dan karetgelang.”

Roberson menambahkan bahwa ada banyak jenis makanan laut yang tidak memiliki banyak rasa, tetapi banyak dinikmati karena sentuhan masakan tradisi yang membuatnya menjadi makanan lezat.

“Banyak selera makanan laut kami yang sebagian besar didorong oleh budaya dan tradisi,” katanya. “Contoh nyata adalah sup sirip hiu. Sirip hiu pada dasarnya tidak berasa, dan ini semua tentang bumbu dan saus, dan status, yang membuatnya menjadi makanan lezat di Cina.”

Ubur-ubur cannonball dan ubur-ubur lemak biru adalah dua dari banyak spesies ubur-ubur yang bisa dimakan. Ubur-ubur lemak biru berlimpah di perairan Australia, sering muncul dalam kawanan di sepanjang pantai timur Australia.

Ubur-ubur cannonball sudah menjadi salah satu ekspor paling berharga di negara bagian Georgia, Amerika Serikat (AS). Sebagian besar ekspor dari Georgia berakhir di Jepang, Cina, dan Thailand.

Eropa akan belajar banyak dari negara-negara Asia ini untuk menyajikan hidangan ubur-ubur di atas piring mereka.(*)

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x