PAREPARE — Wakil rakyat asal Sulawesi Selatan, Dr HM Taufan Pawe, mendorong Brigade Anak Kolong 112 menjadi wadah yang mengedepankan misi kemanusiaan dan kemaslahatan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Taufan Pawe saat memberikan sambutan pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di kediaman pribadinya di Jalan Bau Massepe, Cappagalung, Kota Parepare, Jumat, 4 September 2026.
Dalam sambutannya, Taufan Pawe mengatakan keberadaan Brigade Anak Kolong 112 harus diarahkan untuk menemukan jati diri sebagai wadah anak-anak purnawirawan TNI Polri. Menurutnya, organisasi tersebut tidak boleh dibangun atas dasar kekecewaan, tetapi harus menjadi ruang untuk melakukan hal-hal positif bagi masyarakat.
“Jangan ada yang mengingat bahwa wadah ini bersumber dari sebuah kekecewaan. Wadah ini bersumber karena ingin mencari jati diri anak-anak purnawirawan TNI Polri,” kata Taufan Pawe.
Ia menilai semangat kebersamaan dan silaturahmi menjadi salah satu kekuatan utama organisasi tersebut. Karena itu, ia meminta seluruh anggota Brigade Anak Kolong 112 tidak membatasi diri berdasarkan usia.
“Tua itu, usia itu hanya deretan angka. Yang menentukan adalah produktivitas kita,” ujarnya.
Taufan juga mengingatkan generasi muda agar tidak meremehkan mereka yang lebih tua. Sebaliknya, generasi tua juga diharapkan tetap menjaga semangat dan produktivitas.
“Yang muda jangan mentertawai yang tua. Karena yang muda itu belum tentu bisa tua, tapi yang tua pasti sudah pernah muda,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Taufan mengaitkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan pentingnya menjadikan Rasulullah sebagai suri teladan dalam kehidupan.
Ia menjelaskan, peringatan Maulid bukan semata-mata persoalan syariat, tetapi menjadi bagian dari syiar Islam dan momentum untuk mengenang serta meneladani kehidupan Rasulullah SAW.
“Maulid bukan syariat Islam, tapi syiar Islam. Kenapa syiar Islam? Karena kita ingin menghargai, kita ingin menelusuri, kita ingin mendengar,” tuturnya.
Menurut Taufan, semangat kepemimpinan Rasulullah juga dapat menjadi inspirasi bagi Brigade Anak Kolong 112. Meski menggunakan nama “Brigade”, organisasi tersebut, kata dia, bukan dibentuk untuk berperang secara fisik.
“Brigade Anak Kolong 112 bukan untuk berperang. Yang kita perangi adalah kemunkaran,” tegasnya.
Karena itu, ia meminta organisasi tersebut berani mengambil peran ketika melihat persoalan di tengah masyarakat, dengan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dan kemaslahatan.
Taufan Pawe juga mengajak jajaran Brigade Anak Kolong 112 untuk membangun kolaborasi. Ia menegaskan dirinya siap membuka ruang kerja sama dalam kapasitasnya sebagai wakil rakyat.
“Marilah kita berkolaborasi,” ajaknya.
Ia berharap Brigade Anak Kolong 112 tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi mampu menunjukkan eksistensinya melalui kegiatan nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Taufan pun memberikan perhatian khusus kepada para anggota dan pengurus Brigade Anak Kolong 112 yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia bahkan menyatakan kesiapan memberikan dukungan terhadap kebutuhan kegiatan organisasi, termasuk perlengkapan dan kostum untuk menunjang penampilan mereka dalam berbagai kegiatan.
Bagi Taufan, kekuatan sebuah organisasi bukan sekadar pada nama atau jumlah anggotanya, tetapi pada kemampuan menghadirkan manfaat nyata.
“Misimu satu, yaitu misi kemanusiaan dan kemaslahatan. Ini bukan misi yang lain-lain,” pungkasnya.(*)