Beranda » PLN Janji Tak Ada Lagi Pemadaman Bergilir di Sulsel Setelah 4–5 September 2026

PLN Janji Tak Ada Lagi Pemadaman Bergilir di Sulsel Setelah 4–5 September 2026

Bagikan

MAKASSAR — Masyarakat Sulawesi Selatan dalam beberapa hari terakhir diresahkan dengan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut mendapat perhatian dari anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan, Ismail Bahtiar.

Ismail mengatakan dirinya telah melakukan komunikasi dan koordinasi secara intensif dengan pihak PLN, baik di tingkat direksi maupun pimpinan wilayah, untuk mencari penyebab sekaligus memastikan langkah penanganan segera dilakukan.

Menurutnya, fenomena El Niño, termasuk kondisi yang disebutnya sebagai “Godzilla El Niño”, memang menjadi salah satu faktor yang memengaruhi turunnya daya listrik di Sulawesi Selatan. Namun, ia menegaskan bahwa El Niño bukan penyebab utama terjadinya pemadaman bergilir dalam dua hingga tiga hari terakhir.

“Bahwa benar, pertama El Niño, Godzilla El Niño menjadi salah satu faktor turunnya daya listrik yang ada di Sulawesi Selatan. Tetapi terhadap proses pemadaman, El Niño bukan menjadi penyebab utama,” ujar Ismail dalam pernyataannya.

Ia menjelaskan, kondisi El Niño sebenarnya telah berlangsung selama satu hingga dua bulan. Namun selama periode tersebut, pasokan listrik kepada masyarakat masih dapat berjalan dengan baik.

Persoalan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, kata dia, lebih berkaitan dengan adanya perbaikan pada dua unit pembangkit listrik, masing-masing berada di Palu dan Kabupaten Jeneponto.

Ismail mengaku telah meminta PLN memberikan tenggang waktu untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“PLN sudah kami evaluasi dan meminta tenggang waktu paling lambat sampai tanggal 4 hingga 5 September 2026. Artinya dua atau tiga hari ke depan persoalan ini akan tuntas,” katanya.

Ia memastikan komitmen tersebut telah dikomunikasikan dengan jajaran direksi maupun pimpinan PLN di wilayah.

Ismail juga meminta masyarakat Sulawesi Selatan tidak terlalu khawatir dengan kondisi kelistrikan yang terjadi saat ini.

“Masyarakat tidak perlu terlalu khawatir. Persoalan yang terjadi hanya persoalan minor, bukan persoalan yang perlu kita khawatirkan terlalu berlebihan,” ujarnya.

Namun demikian, pernyataan tersebut sekaligus menjadi tenggat yang perlu menjadi perhatian publik. Ismail menegaskan, setelah 4 atau 5 September 2026, tidak boleh lagi terjadi pemadaman listrik bergilir di Sulawesi Selatan.

“Sekali lagi saya tegaskan setelah tanggal 4 September atau 5 September tidak ada lagi pemadaman listrik bergilir yang terjadi di daerah Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Ia berharap perbaikan pada dua unit pembangkit tersebut dapat segera diselesaikan sehingga sistem kelistrikan Sulawesi Selatan kembali normal.

“Insyaallah komitmen ini terus kita jaga, mengevaluasi seluruh kinerja antara dan BUMN yang ada di daerah pemilihan Sulawesi Selatan,” pungkas Ismail.

Pernyataan tersebut disampaikan Ismail Bahtiar, anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sebagai jawaban atas berbagai pertanyaan dan keluhan masyarakat yang disampaikan melalui WhatsApp maupun media sosial terkait pemadaman listrik di Sulawesi Selatan.