PAREPARE — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MAN 2 Parepare menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter sekaligus mengapresiasi berbagai prestasi yang berhasil ditorehkan guru dan siswa.
Kepala MAN 2 Parepare, Hj. Darna Daming, S.Ag., M.Pd., mengatakan sejumlah guru dan siswa madrasah tersebut telah mengukir prestasi hingga tingkat nasional.
Ia menyebut, pada tahun sebelumnya terdapat guru MAN 2 Parepare yang berhasil meraih Juara II Guru Inovatif tingkat nasional. Tahun ini, prestasi kembali ditorehkan melalui sejumlah capaian lainnya.
Salah seorang guru dipercaya mewakili Provinsi Sulawesi Selatan sebagai mitra Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sementara seorang guru lainnya mendapat kesempatan mengikuti tugas belajar dari pemerintah Jepang untuk menjadi guru bahasa Inggris di Jepang selama dua tahun.
“Alhamdulillah, ada beberapa guru kami yang mendapatkan penghormatan untuk berprestasi di tingkat nasional,” ujar Darna dalam sambutannya.
Tak hanya guru, siswa MAN 2 Parepare juga menunjukkan prestasi. Salah seorang siswa berhasil lolos dalam ajang riset tingkat nasional dan masuk 30 besar, dengan harapan dapat melaju menjadi salah satu dari enam finalis terbaik tingkat nasional.
Menurut Darna, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama guru, orang tua dan komite madrasah.
Ia juga mengingatkan tantangan yang dihadapi siswa di tengah perkembangan teknologi dan dunia maya. Menurutnya, anak-anak harus mampu mengikuti perkembangan zaman, namun tetap memiliki fondasi agama dan karakter yang kuat.
“Anak harus hidup di zamannya, tetapi dia harus tetap ingat bahwa zaman ini penuh tantangan dan harus tetap mendengarkan nasihat orang tua dan guru,” katanya.
Darna menegaskan, pendidikan anak tidak hanya berlangsung di madrasah. Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang memiliki peran sangat penting dalam membentuk karakter anak.
“Madrasah pertama bagi anak kita adalah keluarga. Dan dalam keluarga itu, siapa yang paling memegang peranan penting adalah ibu,” ujarnya.
Kemenag: Kejujuran Jadi Pangkal Kebaikan

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare, Dr. H. Irfan Daming, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya mengajak para siswa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, terutama dalam hal kejujuran.
Ia mengingatkan bahwa sebagai pelajar, siswa harus belajar dengan baik, disiplin, menghormati guru, menjaga lingkungan madrasah serta patuh kepada orang tua.
Menurut Irfan, kejujuran dan keteladanan merupakan dasar penting dalam membangun karakter dan menjadi jalan menuju ketakwaan.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap guru-guru yang terus mengabdikan diri untuk mencerdaskan peserta didik.
Guru, kata dia, tidak semata-mata mengajar untuk mengejar nama baik pribadi, tetapi memiliki tanggung jawab untuk membekali siswa dengan ilmu, keterampilan dan karakter agar kelak mampu menjadi pemimpin yang beriman dan bertakwa.
“Guru memberikan pengetahuan dan keterampilan dengan penuh tanggung jawab agar anak-anak kelak menjadi pemimpin yang lebih besar, memiliki karakter, ilmu dan iman yang baik,” tuturnya.
Sinergi Orang Tua dan Komite
Dalam kesempatan tersebut, Irfan juga mengapresiasi dukungan orang tua dan komite terhadap perkembangan MAN 2 Parepare.
Ia menilai madrasah dengan lahan yang cukup luas membutuhkan dukungan dan perhatian bersama, termasuk dalam hal pemeliharaan sarana dan prasarana.
Dukungan tersebut bahkan telah ditunjukkan pengurus komite meski baru akan dilantik. Para orang tua siswa juga disebut memberikan bantuan sarana pendukung pembelajaran.
Darna sebelumnya menyampaikan bahwa orang tua siswa kelas digital memberikan bantuan delapan unit AC untuk mendukung kenyamanan proses belajar mengajar.
Irfan juga menyinggung kontribusi salah seorang alumni yang kini menjadi pimpinan di lembaga legislatif Kota Parepare. Menurutnya, kepedulian alumni terhadap madrasah merupakan bentuk penghargaan terhadap tempat dan para guru yang pernah mendidiknya.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak terlepas dari jasa para guru yang telah memberikan ilmu dan pendidikan.
“Kalau kita lupa guru, susah kita berhasil,” ujarnya.
Kedua pihak berharap sinergi antara madrasah, guru, orang tua, komite, alumni dan masyarakat terus diperkuat sehingga berbagai prestasi MAN 2 Parepare dapat dipertahankan dan dikembangkan.
Bagi keluarga besar MAN 2 Parepare, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat karakter peserta didik sekaligus membangun fondasi kolaborasi untuk kemajuan madrasah.(*)