PINRANG, VOICESULSEL โ Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) bergerak cepat merespons keluhan para petani di Kabupaten Pinrang yang menghadapi ancaman gagal panen akibat kekeringan.
Sebagai langkah taktis, Pemprov Sulsel menyalurkan bantuan 10 unit Pompa Ponton senilai Rp313,7 juta untuk menyelamatkan lahan persawahan warga yang terdampak penurunan debit air di hulu Sungai Saddang.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, turun langsung meninjau kondisi aliran air di saluran primer (saluran induk Pekkabata), Desa Massewae, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang.
Peninjauan ini sekaligus menandai dimulainya operasi pompanisasi darurat untuk mengamankan fase Musim Tanam Sela petani setempat.
Amankan Pasokan Air via Saluran Primer
Penurunan debit Sungai Saddang dalam beberapa pekan terakhir sempat memicu kekhawatiran massal di kalangan kelompok tani Pinrang. Sistem pompanisasi ponton ini dirancang khusus untuk menyedot air langsung dari badan sungai yang menyusut, kemudian mengalirkannya ke jaringan irigasi sekunder hingga tersier.
“Tentu ini adalah usaha kita bersama. Kita memberikan bantuan pompanisasi dan alat alsintan, termasuk kita akan menyiapkan pompa yang lebih besar lagi,” ujar Andi Sudirman Sulaiman saat memantau uji coba pengoperasian pompa di lokasi irigasi.
Rincian Paket Bantuan Pertanian
Selain mengandalkan 10 unit pompa ponton, Dinas Pertanian Pemprov Sulsel turut menggelontorkan paket alat mesin pertanian (alsintan) pendukung guna memastikan distribusi air menyebar secara merata ke area persawahan yang paling kritis.
Paket bantuan tambahan tersebut meliputi:
* 10 unit pompa Alcon ukuran 3 inci
* 10 unit pompa Alcon ukuran 6 inci
* 9 unit sumur bor pertanian
* 1 unit traktor roda empat
* 1 unit traktor roda dua
Usulkan Anggaran Rp1,8 Triliun ke Pusat
Meski pompanisasi ponton dinilai menjadi solusi cepat yang efektif di lapangan, Pemprov Sulsel menegaskan bahwa penanganan defisit air jangka panjang membutuhkan pembenahan infrastruktur secara permanen di bagian hulu.
“Pada prinsipnya kekurangan debit di hulu Sungai Saddang, kita membutuhkan rehab besar. Ini Rp1,8 triliun kita usulkan ke pusat,” jelas Gubernur Sulsel.
Pemerintah daerah berharap usulan anggaran rehabilitasi total ini segera direalisasikan oleh Pemerintah Pusat. Pembenahan desain struktural irigasi ke depan diyakini mampu menjaga stabilitas ketahanan pangan Kabupaten Pinrang sebagai salah satu lumbung padi utama di Sulawesi Selatan.
Langkah penanggulangan bencana kekeringan ini berjalan atas sinergi intensif antara Pemprov Sulsel, Pemerintah Kabupaten Pinrang, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, serta perwakilan kelompok tani regional.