PAREPARE — Sejumlah persoalan yang selama ini dirasakan masyarakat mencuat dalam kegiatan Jumat Curhat Polsek Ujung Polres Parepare yang digelar di Kantor Kelurahan Ujung Bulu, Jumat (28/8/2026) pagi.
Forum yang berlangsung sekitar 90 menit itu menjadi ruang bagi para Ketua RT dan RW untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan di lingkungan mereka kepada kepolisian, pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Salah satu keluhan yang mencuat datang dari Ketua RW 3, Sabar, yang menyampaikan adanya proyek pembangunan fisik di wilayahnya yang dinilai warga tidak sesuai dengan spesifikasi pekerjaan maupun pendanaannya.
Informasi tersebut kemudian mendapat perhatian dari Camat Ujung, Andi Muliady. Ia mengakui persoalan tersebut kemungkinan belum diketahui oleh pemerintah kelurahan maupun kecamatan.
Menurut Andi Muliady, informasi yang disampaikan warga melalui Jumat Curhat menjadi penting karena pemerintah bisa mengetahui persoalan yang terjadi langsung dari masyarakat.
“Informasi ini mungkin tidak diketahui oleh pihak kelurahan bahkan pihak kecamatan. Jadi melalui Jumat Curhat ini informasi tersebut tersampaikan, luar biasa sekali keterbukaan masyarakat dengan pemerintah yang difasilitasi oleh Jumat Curhat kepolisian,” kata Andi Muliady.
Ia memastikan pihak Kecamatan Ujung bersama Kelurahan Ujung Bulu akan melakukan pengecekan terhadap informasi tersebut.
“Pihak Kecamatan Ujung dan Lurah Ujung Bulu akan melakukan pengecekan informasi dan mengumpulkan data untuk ditindaklanjuti sesuai prosedurnya,” ujarnya.
Selain persoalan proyek pembangunan fisik, warga juga menyampaikan sejumlah keluhan dan pertanyaan lain yang berkaitan langsung dengan kondisi sosial di lingkungan mereka.
Di antaranya persoalan rumah kos-kosan, permintaan agar ketentuan Tamu Wajib Lapor kembali diberlakukan, serta pertanyaan mengenai klaim asuransi bagi korban kecelakaan lalu lintas.
Berbagai persoalan tersebut dibahas dalam dialog bersama pihak kepolisian, pemerintah dan instansi terkait yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Camat Ujung Andi Muliady mengapresiasi forum tersebut karena menurutnya Jumat Curhat tidak hanya menjadi sarana kepolisian mendengar keluhan masyarakat, tetapi juga membantu pemerintah mengetahui persoalan yang terjadi di tingkat lingkungan.
Ia mengatakan kegiatan Jumat Curhat telah berlangsung sejak sekitar 2022 dan selama pelaksanaannya banyak persoalan sosial kemasyarakatan yang dapat diketahui melalui forum tersebut.
“Banyak persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan dapat terungkap dengan jelas melalui Jumat Curhat, dan itu sangat membantu kami pihak pemerintah kecamatan maupun pemerintah kelurahan,” ungkapnya.
Andi juga memberikan apresiasi khusus kepada Kapolsek Ujung yang baru, AKP Sukri Abdullah, karena turun langsung berdialog dengan warga, khususnya para Ketua RT dan RW.
Menurutnya, keterlibatan langsung aparat kepolisian dalam mendengarkan persoalan warga merupakan hal penting untuk mencari solusi atas berbagai masalah yang muncul di tengah masyarakat.
Jumat Curhat tersebut dihadiri Kapolsek Ujung AKP Sukri Abdullah, Camat Ujung Andi Muliady, Lurah Ujung Bulu Hasrah, perwakilan Jasa Raharja Parepare Fikri Fansuri, serta Koordinator Layanan BPJS Parepare Kusudarsani.
Peserta terdiri dari 10 Ketua RW dan sejumlah Ketua RT di wilayah Kelurahan Ujung Bulu. Mereka didampingi Bhabinkamtibmas Aipda Mustaming dan Babinsa Serda Amir.
Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WITA. Sejumlah warga masih memiliki persoalan yang hendak disampaikan, namun dialog harus diakhiri karena keterbatasan waktu.(*)