PAREPARE — Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Parepare mengungkap adanya dugaan modus pembakaran lahan secara sengaja yang dimanfaatkan pihak tidak bertanggung jawab untuk menciptakan kepanikan dan melakukan pencurian di rumah warga.
Hal tersebut disampaikan SAFRUDDIN.SH., MH, Analis Kebakaran Ahli Muda Dinas Pemadam Kebakaran Parepare saat memberikan penyuluhan mitigasi bencana kebakaran di hadapan jajaran pengurus PWI Kota Parepare dan mahasiswa KKN Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH), Minggu (16/8/2026).
Safruddin mengatakan, pihaknya pernah menemukan kejadian kebakaran lahan yang diduga sengaja dilakukan untuk memicu kepanikan masyarakat. Saat warga berlarian meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri atau mengantisipasi api, kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan pelaku untuk mengambil barang-barang milik warga.
“Sudah pernah ada kejadian kami temukan di satu wilayah. Pembakaran lahan sengaja dilakukan oleh orang dengan mengendarai sepeda motor berboncengan. Satu orang yang dibonceng sengaja menyiram bensin ke lahan lalu kemudian dibakar, setelah itu mereka pergi,” ungkapnya.
Menurutnya, kebakaran tersebut kemudian menimbulkan kepanikan di tengah warga. Dalam kondisi masyarakat meninggalkan rumah dalam keadaan gelap pelaku diduga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan pencurian.
“Ini menciptakan kepanikan dan warga yang panik berupaya meninggalkan rumahnya saat kondisi sedang mati lampu. Di situlah kesempatan orang ini untuk mengambil barang-barang,” jelasnya.
Waspadai Kebakaran pada Malam Hari
Safruddin meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap peristiwa kebakaran lahan yang terjadi secara tiba-tiba, khususnya pada malam hari.
Ia mengingatkan, kondisi malam hari dinilai dapat dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab karena situasi lingkungan relatif lebih gelap dan warga cenderung panik ketika melihat api.
“Biasanya peristiwa tersebut terjadi pada malam hari. Ciri-cirinya, ini patut kita waspadai. Kalau kebakaran lahan itu terjadi pada malam hari, bisa disinyalir itu modus orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan aksi pencurian di rumah warga yang sedang panik,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan setiap kebakaran lahan yang terjadi malam hari sebagai aksi pencurian. Dugaan tersebut tetap perlu ditangani dan dibuktikan berdasarkan pemeriksaan di lapangan oleh pihak berwenang.
Karena itu, masyarakat diminta tetap tenang ketika terjadi kebakaran, tidak meninggalkan rumah tanpa memastikan keamanan barang-barang berharga, serta segera melaporkan kejadian kepada petugas melalui call center 112.
Penyuluhan tersebut menjadi bagian dari kegiatan mitigasi kebakaran yang digelar bersama PWI Parepare dan mahasiswa KKN ITH. Selain memberikan edukasi mengenai potensi penyebab kebakaran, kegiatan juga mendorong masyarakat untuk lebih mengenali pola kejadian dan mengambil langkah pencegahan sejak dini.
Di tengah musim kemarau, kewaspadaan dinilai menjadi semakin penting. Masyarakat tidak hanya dituntut menjaga lingkungan dari potensi kebakaran, tetapi juga tidak mudah terpancing kepanikan ketika menghadapi peristiwa kebakaran.
Dengan keterlibatan pers dan mahasiswa, informasi mengenai mitigasi kebakaran diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat secara lebih luas, sehingga upaya pencegahan tidak hanya bergantung pada petugas pemadam kebakaran, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.(*)