Beranda » HUT ke-5 VOICESULSEL, Karya Bakti, Kolaborasi dan Jurnalisme Membangun

HUT ke-5 VOICESULSEL, Karya Bakti, Kolaborasi dan Jurnalisme Membangun

Bagikan

PAREPARE — Memasuki usia lima tahun, VOICESULSEL memilih cara sederhana untuk memaknai perjalanan medianya. Bukan sekadar perayaan, tetapi melalui aksi nyata yang membawa pesan tentang kepedulian, kolaborasi dan semangat gotong royong.

Dalam rangka HUT ke-5 VOICESULSEL sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, VOICESULSEL akan menggelar karya bakti di lingkungan Kantor PWI pada Minggu, 16 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut mengangkat pesan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya di tengah musim kemarau yang dapat meningkatkan risiko kebakaran dan berbagai persoalan lingkungan lainnya.

Pimpinan Redaksi VOICESULSEL, Anju Mandji, mengatakan karya bakti tersebut bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Di musim kemarau seperti sekarang, kita harus semakin peduli dengan lingkungan sekitar. Bukan hanya menjaga kebersihan, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ujar Anju.

Menurutnya, persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Dibutuhkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, komunitas, organisasi kemasyarakatan dan media.

Karena itu, VOICESULSEL ingin menjadikan karya bakti tersebut sebagai simbol bahwa perubahan dapat dimulai dari sesuatu yang sederhana dan dilakukan secara bersama-sama.

Waspada Kebakaran di Musim Kemarau

Kondisi lingkungan yang kering membuat material seperti rerumputan, dedaunan dan sampah kering lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Tidak membakar sampah sembarangan, memastikan sumber api benar-benar padam, menjaga lingkungan dari tumpukan material yang mudah terbakar serta segera melaporkan potensi kebakaran merupakan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat.

“Media jangan hanya hadir ketika kebakaran sudah terjadi. Media juga memiliki tanggung jawab untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pencegahan,” kata Anju.

Menurutnya, informasi mengenai lingkungan harus terus dibangun menjadi kesadaran publik. Sebab, satu tindakan kecil yang dilakukan dengan kesadaran bersama dapat mencegah persoalan yang lebih besar.

Karya Bakti sebagai Simbol Kolaborasi

Pemilihan Kantor PWI sebagai lokasi karya bakti juga memiliki makna tersendiri. Lingkungan pers tidak hanya menjadi tempat menjalankan aktivitas jurnalistik, tetapi dapat menjadi ruang untuk membangun kepedulian sosial.

VOICESULSEL ingin menunjukkan bahwa media tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga dapat mengambil bagian dalam mendorong masyarakat untuk melakukan hal-hal positif.

“Karya bakti ini bukan sekadar membersihkan lingkungan. Ini adalah simbol bahwa menjaga lingkungan, mencegah kebakaran dan membantu sesama membutuhkan kolaborasi,” ujar Anju.

Rangkaian HUT ke-5 VOICESULSEL kemudian dilanjutkan dengan acara ramah tamah sederhana pada Senin, 17 Agustus 2026.

Ramah tamah tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus refleksi perjalanan VOICESULSEL selama lima tahun.

Terima Kasih untuk Pendukung Jurnalisme Membangun

Lima tahun perjalanan VOICESULSEL, kata Anju, tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.

Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini memberikan kepercayaan, dukungan, kritik dan masukan bagi perkembangan VOICESULSEL.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang selama ini mendukung jurnalisme membangun. Ada pemerintah, masyarakat, dunia usaha, organisasi profesi, komunitas, narasumber, mitra kerja dan tentunya pembaca VOICESULSEL,” ujarnya.

Menurut Anju, dukungan tersebut menjadi energi bagi VOICESULSEL untuk terus menghadirkan pemberitaan yang tidak hanya cepat dan kritis, tetapi juga memberikan edukasi, perspektif dan manfaat bagi masyarakat.

“Jurnalisme membangun bukan berarti media kehilangan sikap kritis. Kami tetap harus menyampaikan fakta dan menjalankan fungsi kontrol sosial. Tetapi di sisi lain, kami juga ingin membuka ruang bagi solusi, kolaborasi dan hal-hal positif yang bisa dilakukan bersama,” katanya.

Momentum HUT ke-5 VOICESULSEL yang bertepatan dengan peringatan kemerdekaan diharapkan menjadi pengingat bahwa semangat gotong royong tetap relevan dalam kehidupan masyarakat.

Dari karya bakti lahir kepedulian. Dari kepedulian tumbuh kolaborasi. Dan dari informasi yang baik, diharapkan lahir perubahan yang baik pula.

Lima tahun VOICESULSEL bukan sekadar perjalanan sebuah media, tetapi perjalanan bersama untuk terus menghadirkan jurnalisme yang bersuara, berpihak pada kepentingan publik, dan memberi kontribusi bagi pembangunan daerah.(*)