Lima Daerah Tanggap Darurat, Pemprov Siapkan Pompa Air dan Sumur Bor untuk Selamatkan Sawah
MAKASSAR — Ancaman El Nino mulai mendapat perhatian serius Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Fenomena iklim tersebut diperkirakan memperparah kondisi musim kemarau dan berpotensi mengganggu ketersediaan air, terutama bagi lahan pertanian.
Pemprov Sulsel kini mempercepat langkah mitigasi dengan menyiapkan bantuan mesin pompa air dan sumur bor untuk wilayah pertanian yang mengalami kekeringan.
Baca juga Antisipasi El Nino, Kapolres Bantu Warga dengan Sumur Bor dan Pompa Air
Langkah itu dilakukan setelah kondisi kekeringan mulai dirasakan di sejumlah daerah. Pemerintah tidak ingin kekurangan air pada musim tanam berkembang menjadi persoalan yang lebih besar bagi petani.
Pompa Air Mulai Dikerahkan
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan distribusi mesin pompa dan operasi pompanisasi telah dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air di wilayah pertanian yang terdampak.
“Tim sudah melakukan pembagian mesin pompa untuk beberapa kabupaten dan operasi pompanisasi air untuk wilayah pertanian padi yang terdampak kekeringan air,” kata Andi Sudirman, Sabtu (8/8/2026).
Baca Juga: Musim Kemarau Mengganas, 59 Kebakaran Lahan Terjadi di Parepare; Warga Diminta Waspada
Menurutnya, percepatan penanganan dilakukan dengan melibatkan pemerintah kabupaten/kota bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHBUN).
Daerah yang mengalami dampak kekeringan diminta segera melaporkan kondisi di lapangan agar bantuan dapat diberikan secara cepat dan tepat sasaran.
Sumur Bor Jadi Alternatif
Selain pompa air, Pemprov Sulsel juga menyiapkan bantuan sumur bor untuk lahan persawahan yang mengalami kekeringan.
Laporan dari daerah diminta dilengkapi lokasi lahan, dokumentasi kondisi sawah, sumber air yang tersedia serta potensi lokasi sumur bor.
Baca Juga: Tim Penertiban Aset Pemprov Sulsel Dihadang Ahli Waris di Lambau Sidrap
Informasi tersebut akan menjadi dasar tim provinsi untuk melakukan survei, termasuk melalui kajian geolistrik sebelum menentukan lokasi pengeboran.
Langkah ini menunjukkan pemerintah mulai mengantisipasi kemungkinan kemarau berlangsung lebih panjang dan kebutuhan air pertanian semakin meningkat.
Lima Daerah Sudah Tanggap Darurat
Ancaman kekeringan di Sulsel bukan lagi sebatas prakiraan.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulsel yang dicantumkan dalam rilis Pemprov, hingga 9 Agustus 2026 terdapat lima daerah yang telah menetapkan status tanggap darurat kekeringan.
Kelima daerah tersebut adalah:
Makassar • Parepare • Pinrang • Enrekang • Kepulauan Selayar
Status tersebut menjadi sinyal bahwa dampak kemarau sudah memerlukan penanganan khusus di sejumlah wilayah.
Bukan Hanya Kekeringan
Pemprov Sulsel juga meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak lain dari musim kemarau, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Personel dan sumber daya penanganan disiagakan di wilayah yang dinilai rawan.
Dengan kondisi kemarau yang diperparah fenomena El Nino, persoalan air menjadi perhatian bukan hanya bagi petani, tetapi juga bagi pemerintah dalam menjaga ketersediaan air dan mencegah bencana ikutan.
Sulsel Berpacu dengan Kemarau
Pemerintah daerah kini berpacu dengan waktu. Pompa air dikerahkan, potensi sumur bor dipetakan, sementara daerah terdampak diminta aktif melaporkan kondisi di lapangan.
Bagi sektor pertanian, setiap hari menjadi penting. Kekurangan air pada musim tanam dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan pada akhirnya berpengaruh terhadap produksi pangan.
El Nino memang merupakan fenomena iklim. Tetapi dampaknya sangat nyata ketika air mulai berkurang di sawah-sawah dan pemerintah harus turun tangan mencari sumber air baru.
Sulsel kini bersiap menghadapi kemarau dengan satu pertanyaan besar: seberapa lama persediaan air mampu bertahan?