Beranda » DITERKAM BUAYA SAAT MANDI, WARGA TOBADAK TEWAS TERSERET 1 KILOMETER

DITERKAM BUAYA SAAT MANDI, WARGA TOBADAK TEWAS TERSERET 1 KILOMETER

Bagikan

MAMUJU TENGAH — Duka menyelimuti warga Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat. Pelajar sekolah menengah pertama (SMP) Ahmad Ali Wahid (bin Wahid) tewas setelah diterkam buaya saat mandi di Sungai Batu Sitanduk, Senin sore (17/8/2026).

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 16.40 WITA. Saat itu, korban datang ke sungai bersama sejumlah anggota keluarganya.

Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) BPBD Mamuju Tengah, Rezky Ilhamsyah, dalam keterangannya, Selasa (18/8/2026), mengatakan korban saat itu berada di sungai dengan kedalaman air sekitar 40 sentimeter atau setinggi lutut.

Tak lama kemudian, seekor buaya tiba-tiba menerkam korban dan menariknya ke bagian sungai yang lebih dalam. Korban sempat meminta pertolongan kepada kakaknya.

Sang kakak berusaha memukul buaya tersebut. Namun upaya penyelamatan itu tidak berhasil. Korban akhirnya terseret mengikuti aliran sungai.

“Dari beberapa rekaman yang kami lihat, korban memang diseret oleh buaya,” ujar Rezky.

Setelah menerima laporan dari Kepala Dusun Batusandu, BPBD Mamuju Tengah segera turun melakukan asesmen dan pencarian.

Korban kemudian ditemukan sekitar pukul 18.00 WITA dalam kondisi meninggal dunia. Lokasi penemuan korban berjarak sekitar satu kilometer dari titik awal serangan.

Rezky mengatakan, dari pemeriksaan awal, terdapat luka gigitan pada bagian pinggang korban. Korban selanjutnya mendapat penanganan medis terhadap luka yang dialaminya.

ALARM KESELAMATAN DI SUNGAI

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat yang beraktivitas di sepanjang aliran sungai di Mamuju Tengah. Serangan terjadi ketika korban berada di air yang relatif dangkal dan tengah bersama keluarganya.

Keberadaan buaya di kawasan sungai menjadi ancaman serius yang perlu diantisipasi. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di lokasi yang berpotensi menjadi habitat satwa liar tersebut.

Tragedi Sungai Batu Sitanduk sekaligus menjadi alarm keselamatan, terutama setelah sebelumnya terjadi kejadian memilukan di kawasan sungai Mamuju Tengah dalam waktu berdekatan.