PAREPARE, VOICE SULSEL — Ketua Komisi II DPRD Parepare, Yusuf Lapanna mengunjungi anak-anak yang terlantar di Perumahan Zavaras 1 Kelurahan Galung Maloang Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare.
Ibu dari anak-anak tersebut sedang menjalani hukuman di Lapas Pinrang, sedangkan Bapaknya seorang tukang ojek yang harus bekerja dan meninggalkan anak-anaknya.
“Adek-adek ini ditinggalkan bertiga oleh bapaknya yang tiap hari untuk menarik ojek, kadang pulang tengah malam.
Sehingga adek-adek ini tidak ada yang urus, mirisnya adek-adek nangis sampai tengah malam karena kelaparan,” kata Yusuf Lapanna melalui media sosialnya.
Yusuf Lapanna terlihat datang bersama Pemerintah setempat untuk melihat kondisi si anak. Beberapa diantaranya turut prihatin akan kondisi ketiga anak tersebut. Salah satunya @felsmrissa atau Fely.
Menurut Yusuf, mereka punya kepekaan sosial yang luar biasa dan membantu mengurusi dan membuka donasi dalam rangka meringankan beban anak-anak tersebut.
“Hari senin kemarin atas nama Komisi 2 mengundang semua SKPD yang terkait, Dinsos, Dinkes, Dukcapil, DP3A, Camat dan Lurah serta stakeholder berkunjung ke rumah anak-anak itu dalam rangka membantu meringankan bebannya dan tentu juga mencari solusi masa depan mereka,” jelasnya.
“Terima kasih adek yang luar biasa baiknya @felsmrissa terus berbuat baik, tebarkan kebaikan itu,” tukasnya.
Sementara pegiat media sosial asal Parepare, Fely beserta timnya berhasil mengumpulkan donasi kurang lebih Rp65 juta dalam 3 hari. Open donasi yang dilakukan Fely itu melalui sosial media Instagram @felsmrissa tak lain untuk membantu tiga orang anak terlantar yang tinggal berempat bersama ayanhnya di Perumahan Griya Zavaras 1 Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare.
“Alhamdulillah, selama open donasi selama 3 hari sejak tanggal 16 Agustus kemarin itu yang terkumpul melalui rekening saya kurang lebih Rp65 juta, belum lagi donasi seperti bahan pokok,” kata Fely dikutip dari parepare informasi.
Diceritakan Fely, ayah dari anak itu kesehariannya sebagai tukang ojek, kalau pagi sang ayah terpaksa meninggalkan anaknya demi mengais rezeki. Sementara ibunya dikabarkan terlibat kasus hukum. “Bapaknya anak ini bekerja sebagai tukang ojek dan ibunya IRT. Semenjak bulan Februari ibu dari anak ini karena terlibat kasus hukum, semenjak saat itu anak ini diurus oleh dua kakaknya yang juga masih kecil sekitaran umur 7 tahun” terangnya.
Lebih lanjut Fely mengatakan tak hanya aksi galang dana yang ia lakukan, tetapi ia beserta timnya yang tergabung dalam Tim Gerak Pake Hati (GPH) akan membantu Ibu dari anak tersebut untuk bebas dari kasus hukum.
“InsyaAllah pokoknya kami usahakan agar si ibu bisa bebas dari kasus hukum, makanya hari kamis kami mau ke Polres karena sudah masuk tahap dua nya ke kejaksaan,”tuturnya.
Fely mengucapakan banyak terima kasih kepada para donatur atas kepeduliannya terhadap anak tersebut. “Semoga yang sudah peduli dengan adik-adik, dimudahkan segala urusannya, dilancarkan rezekinya, dan diberikan kesehatan, dan semoga perbuatan baik tidak berakhir disini, semoga kita semua peduli sesama, karena sesungguhnya berbuat baik itu tidak butuh alasan, mau dalam keadaan susah sekalipun kita masih bisa berbuat baik kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan kita, karena siapa lagi yang mau membantu kalau bukan kita” tandasnya.
Ia menambahkan donasi yang terkumpul saat ini sebagian telah digunakan untuk kebutuhan hidup si adik beserta pembelian perabotan rumah mereka.(*)