PAREPARE VOICESULSEL — Warga Tegal 2 Kelurahan Lapadde Kecamatan Ujung Kota Parepare menolak pembangunan perumahan oleh developer di daerahnya. Alasannya, pembangunan perumahan di Tegal 2 berpotensi memicu banjir dan menimbulkan korban jiwa dan materi.
Rencananya, warga Tegal 2 akan turun melalukan aksi demonstrasi di titk lokasi pembangunan perumahan di wilayah tersebut pada Selasa siang ini. Namun Kepala Kelurahan Lapadde, Rakhmat meminta warganya untuk tenang dan bersabar.
Baca Juga : Fenomena Rutin, Setiap Hujan Sejumlah Ruas Jalan Parapare Kebanjiran
“Iye, tadi memang ada rencana warga turun ke lokasi pembangunan perumahan, tetapi saya minta tenang dulu, kita bicarakan dengan baik antara warga dan pengembang,” katanya saat dimintai keterangan oleh wartawan, Selasa, 11/3.
Menurut Rakhmat, persoalan itu telah bergulir sejak 2023 lalu. Bahkan sudah pernah dibicarakan dengan pihak DPRD. Namun pihak pengembang ngotot tetap melakukan pembangunan dikawasan tersebut, mengingat lokasi Tegal merupakan area kawasan pengembangan perumahan.
“Persoalan ini sudah ada sejak 2023 lalu, pernah dibahas di DPRD, tetapi belum ada solusi. Pihak pengembang juga ngotot ingin membangun perumahan disana,” paparnya.
Rakhmat mengaku, pengembang perumahan juga memiliki alas hak karena lokasi tersebut adalah miliknya dan telah mendapat persetujuan dari Dinas PUPR dan Dinas Perkimtan. Karenanya developer tetap melakukan pembangunan didaerah tersebut.
Baca Juga : Kerap Terdampak Banjir, Komisi III DPRD Parepare Minta Pemkot Setop Pembangunan Perumahan di Tegal
“Pembangunan sementara berjalan karena mungkin merasa sudah ada ijin, apalagi pengembang ini merasa rugi bila dihentikan, makanya tadi saya meminta Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk turun ke lokasi,” paparnya.
Rakhmat berharap, ada solusi yang ditemukan dari aksi penolakan warganya. Ia juga meminta kepada pengembang memikirkan dampak dan solusi yang kemungkinan akan ditimbulkan oleh pembangunan perumahan di Tegal.
Editor: Awaluddin Qadir