PAREPARE, VOICESULSEL — Upacara Peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa berlangsung khidmat di Halaman Monumen Korban 40.000 Jiwa, Jl. Mesjid Raya, Ujung Sabbang, Kota Parepare, Kamis (11/12/2025) pukul 07.30 Wita.
Peringatan ini menjadi momen refleksi sejarah kelam sekaligus penghormatan atas pengorbanan ribuan warga Sulawesi Selatan pada masa agresi militer.
Upacara dihadiri jajaran Forkopimda, unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, serta berbagai elemen masyarakat. Di antara tamu undangan hadir Danbrigif 11/BS Kolonel Inf. Rahman Taleho, Komandan Batalyon B Pelopor Brimob Kompol Dr. Ramli, Sekda Parepare Agung Hamka, Kepala PN Parepare Andi Musafir, Kepala Kemenag Parepare Dr. H. Irfan Daming, pejabat OPD, BUMN, organisasi kemasyarakatan, dan Legiun Veteran Republik Indonesia.
Kapolres Parepare AKBP Indra Waspada Yuda bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Sementara peserta upacara terdiri dari pleton gabungan Polres Parepare, Brimob, Kodim 1405, pejabat eselon Pemkot Parepare, PNS, Satpol PP, serta Laskar Merah Putih.
Dalam amanatnya, AKBP Indra Waspada Yuda menegaskan bahwa peringatan Hari Korban 40.000 Jiwa merupakan momen penting untuk menjaga memori kolektif sejarah perjuangan masyarakat Sulawesi Selatan.
Ia menyebut tragedi tersebut bukan sebatas catatan kelam, tetapi warisan yang mengajarkan nilai keteguhan, pengorbanan, dan cinta tanah air.
“Hari ini kita berdiri di tempat yang sakral, sebagai bentuk kehormatan, refleksi, dan komitmen untuk tidak melupakan sejarah.
Kota Parepare yang terus tumbuh dan berkembang berdiri di atas pondasi perjuangan para pendahulu. Tugas kita adalah menghidupkan semangat itu melalui kerja keras, disiplin, dan pengabdian tulus,” ujarnya.
Kapolres juga menyampaikan penghormatan kepada para pahlawan dan syuhada, serta mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menjaga persatuan, keamanan, dan nilai kebangsaan. Menurutnya, kedamaian yang dinikmati hari ini merupakan hasil dari pengorbanan besar yang wajib dihargai.
“Peringatan ini mengingatkan kita bahwa kemerdekaan dan kedamaian tidak datang begitu saja, melainkan dibayar mahal oleh darah dan pengorbanan ribuan jiwa. Untuk itu mari kita jaga Kota Parepare agar tetap aman, tertib, dan kondusif.
Kita tidak boleh lupa sejarah, dan Parepare harus melangkah menuju masa depan yang lebih baik dengan semangat persatuan,” tegasnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan ziarah rombongan di Monumen Longtangnge, Kecamatan Bacukiki. Seluruh rangkaian peringatan berakhir pada pukul 08.50 Wita dalam situasi aman, tertib, dan penuh khidmat.(*)