Beranda ยป Timses Calon Mulai Pasang Tarif

Timses Calon Mulai Pasang Tarif

Bagikan

PAREPARE VOICESULSEL — Politik Uang atau disebut money politik semakin beraroma jelang hari pencoblosan pemilu Februari mendatang.

Praktik jual beli suara ramai dibicarakan ditengah masyarakat.

Bahkan tak jarang, para tim sukses (timses) pemenang kandidat mulai pasang harga.

Menurut salah seorang warga yang minta namanya disamarkan, mengaku kalau dirinya sudah menerima sekian janji dari para timses calon legislatif.

“Sudah ada beberapa yang datang dan menawarkan, katanya caleg ini kalau dipilih ada uangnya,” bebernya.

Bahkan kata IRT itu, dirinya dijanjikan hingga Rp 500 ribu bila memilih caleg orderan tersebut.

“Kalau janjinya sampai Rp 500 ribu,” paparnya.

Politik Uang Sudah Jadi Rahasia Umum

Sementara IRT inisial AR mengaku sulit menghindari praktik politik uang semacam itu.

Pasalnya, warga sudah disuguhi hal-hal demikian setiap kali pemilihan berlangsung.

“Ini kan sudah bukan rahasia lagi, di semua daerah mungkin seperti itu.

Jadi kami (pemilih) yang tidak mengenal apa visi-misi para calon, kecenderungannya memilih yang order, daripada tidak ada sama sekali,” jelasnya.

Kata dia, dirinya saat ini kebingungan sendiri apabila datang ke TPS, namun belum memiliki calon yang akan dipilih, lantaran banyaknya calon yang maju.

“Ini juga kita masih menunggu orang datang menawarkan, karena ada pilpres dan pilcaleg dan pemilihan DPD,” kata dia.

“Dari pada nanti di TPS bingung sendiri, siapami dipilih karena banyaknya calon, pastimi yang sudah kita order memang,” jelasnya.

Seperti diketahui, politik uang menjadi sebuah fenomena yang meresahkan dalam sistem demokrasi di berbagai negara.

Sering kali money politik muncul karena kebutuhan finansial dalam kampanye politik.

Kandidat membutuhkan dana besar untuk iklan, kampanye lapangan, dan dukungan logistik lainnya.

Ketergantungan pada donasi besar seringkali membuka pintu bagi pengaruh yang tidak sehat dari pihak-pihak dengan kepentingan tertentu.

Dampak Terhadap Demokrasi

Praktik politik uang dapat merusak prinsip dasar demokrasi yang seharusnya mewakili suara rakyat.

Kandidat yang menerima donasi besar cenderung lebih berpihak pada kepentingan donor daripada kepentingan masyarakat umum.

Hal ini dapat mengakibatkan distorsi dalam pengambilan keputusan politik yang seharusnya didasarkan pada kebutuhan rakyat.

Pendidikan Politik Masyarakat

Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang dampak politik uang dapat membantu mereka membuat pilihan yang lebih terinformasi. Forum diskusi, kampanye edukasi, dan media sosial dapat menjadi sarana efektif untuk menyebarkan informasi ini.

Sosialisasi Nilai Demokrasi yang Sehat

Memperkuat budaya politik yang mementingkan integritas dan kepentingan bersama akan membantu mengurangi daya tarik politik uang. Masyarakat perlu didorong untuk memilih pemimpin berdasarkan kapabilitas dan visi, bukan sekadar berdasarkan dukungan finansial.

Politik uang merupakan tantangan serius bagi demokrasi, namun, dengan langkah-langkah yang tepat, mungkin memungkinkan untuk mengatasi dampak negatifnya. Kesadaran masyarakat dan reformasi sistem politik dapat menjadi kunci untuk membangun sistem demokrasi yang lebih sehat dan inklusif.