VOICE SULSEL — Diduga ada segelintir oknum yang membackup pedagang di luar area pasar Lakessi hingga enggan direlokasi. Pasalnya relokasi para pedagang yang diinginkan pemerintah kota Parepare untuk menata kawasan pasar Lakessi dihalangi oleh orang yang diduga berpengaruh disana.
Kepala Pasar Lakessi, Muh Ramlan mengaku mendapat ancaman dari seorang oknum di pasar setelah mengimbau kepada para pedagang pasar di Lakessi yang masih berjualan diluar area belakang pasar Lakessi untuk segera mengisi lods yang disiapkan pemerintah.

Tim relokasi dari Dinas Perdagangan melalui UPTD pasar telah melakukan upaya penertiban dan relokasi kepada pedagang yang sudah didaftar dan diberi nomor untuk masuk ke lods yang sudah disiapkan.
“Kemudian ada ajakan dari oknum kepada para pedagang untuk kembali berjualan diluar, sementara tim relokasi sudah berupaya untuk menggerakkan mereka agar masuk ke lods pasar,” sesal Ramlan.
Ramlan mengaku, oknum tersebut tidak menginginkan para pedagang direlokasi masuk ke lods, sebab apabila pedagang direlokasi masuk kedalam, maka hilang penghasilan oknum tersebut yang diambil dari pungutan liar.
“Sebab kalau direlokasi pedagang dari luar masuk ke lods pasar, maka tidak ada lagi lahan untuk pungutan liar mereka,” terangnya
Hal itu katanya cukup meresahkan, hingga membuat para pedagang mulai enggan berjualan ke dalam lods. “Mungkin pedagang ini juga merasa nyaman berjualan diluar, meski harus membayar pungutan sama oknum itu,” bebernya.
“Sebenarnya kami sudah tegasi ke pedagang kalau hari ini batas akhir untuk masuk ke lods, karena kalau tidak maka kami dari pihak pemerintah akan mengambil tindakan tegas, kami akan laporkan kepada pimpinan dilevel atas,” terangnya.
Namun tiba-tiba kata Ramlan beberapa orang pedagang ikan menyerangnya. Padahal dirinya hanya bermaksud melakukan pendekatan secara persuasif. “Salah satu anggota kami bahkan sempat dicekik,” jelas Ramlan.(FS)