Beranda ยป Kalah Produktif, Lahan Tani Rentan Beralih Fungsi. Ini Penjelasan Taufan Pawe

Kalah Produktif, Lahan Tani Rentan Beralih Fungsi. Ini Penjelasan Taufan Pawe

Bagikan

VOICE SULSEL — Wali Kota Parepare Taufan Pawe mendorong jajarannya khususnya Dinas PKP dan Ketahanan Pangan agar membantu petani meningkatkan produktivitas lahan pertanian mereka. Wali Kota menyampaikan hal tersebut saat menghadiri panen perdana musim tanam 2022-2023 di Abbanuangnge Kecamatan Bacukiki Parepare, Senin 27 Februari.

Kegiatan ini dihadiri segenap jajaran Organisasi Perangkat Daerah Pemerintah Kota Parepare serta pejabat lainnya yang terkait. Hadir pula ketua TP PKK kota Parepare dan jajaran.

Wali Kota Parepare Taufan Pawe menekankan pentingnya produktivitas lahan terutama padi. Sebab kata Taufan, petani akan rentan menjual lahan mereka ke pengembang perumahan apabila kalah produktif.

“Kita tertekan perilaku pengembang. Bayangkan kalau lahan dijual rata-rata Rp 200 ribu per meter, berarti kalau 1 hektar sudah dikantongi Rp 2 miliar. Jadi kalau lebih rendah produktivitas daripada nilai jual sawah itu sendiri, maka petani tergiur menjual sawahnya ke pengembang,” kata Taufan.

“Dampaknya, lahan makin kurang, serapan air juga berkurang, pengembang bertambah, banjir dimana-mana,” sambung Taufan Pawe.

Kata Wali Kota, produktivitas lahan padi di Parepare dinilai masih minim dibandingkan dengan bertani jagung. Kata dia produksi lahan jagung untuk 1 hektar mampu mencapai Rp 40 juta.

Karenanya Wali Kota meminta Dinas terkait untuk melakukan transformasi dan edukasi kepada petani agar lahan mereka bisa berproduksi maksimal. Sebab kata Wali Kota, lahan pertanian di Parepare masih lebih banyak mengandalkan air hujan atau sawah tadah hujan dibandingkan menggunakan irigasi.

Sawah tadah hujan ini pasti diincar oleh para pengembang perumahan,” tegas Wali Kota dua periode itu.

Ketua Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Parepare, Ibrahim Suanda mengatakan saat ini produksi padi di Parepare mencapai 5.073 ton permusim diatas lahan 763 hektar. Kata Ibrahim, produksi petani mencapai 6 ton per hektar. Ia juga mengaku, produktivitas petani padi meningkat 27 persen dibandingkan tahun 2021 lalu.

“Alhamdulillah kita bersyukur hasil produksi padi kita meningkat pada musim tanam 2021 menuju 2022 sebesar 27 persen,” tuturnya.

Meski demikian, Ibrahim pun menyampaikan keluhan para petani kepada Wali Kota untuk segera melakukan normalisasi sungai kecil dibagian atas, karena hampir seluruh areal persawahan di Abbanuangnge Bacukiki tergenang air pada saat banjir.(FS)