Beranda » Satpol-PP Parepare Gelandang Ibu-ibu dan Anak Pengemis Di Lampu Merah Karaeng Burane

Satpol-PP Parepare Gelandang Ibu-ibu dan Anak Pengemis Di Lampu Merah Karaeng Burane

Bagikan

PAREPARE, VoiceSulsel — Sejumlah ibu-ibu bersama anak-anak mereka diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kota Parepare pada Selasa, 15 Juli 2025. Mereka ditertibkan lantaran kedapatan melakukan aktivitas meminta-minta di kawasan lampu merah Jalan Karaeng Burane, tepatnya di depan Kantor PWI Kota Parepare.

Sebanyak tiga orang ibu dan tiga anak yang masih berusia sekolah dasar dibawa petugas menggunakan mobil operasional Satpol-PP untuk dilakukan pendataan di kantor. Penertiban ini dilakukan sebagai bagian dari upaya Satpol-PP menertibkan pengemis dan anak jalanan yang dianggap mengganggu ketertiban lalu lintas di perempatan lampu merah tersebut.

“Kita akan lakukan penertiban terhadap semua pengemis dan anak-anak jalanan yang mengganggu pengguna jalan,” tegas Komandan Regu Respect Satpol-PP Parepare, Lukman Amir.

Dari informasi yang dihimpun, para pengemis tersebut memanfaatkan halaman Kantor PWI sebagai lokasi standby dan tempat beristirahat sebelum beraksi di perempatan lampu merah. Salah satu anggota PWI yang berada di kantor tersebut mengungkapkan bahwa jumlah pengemis di kawasan itu terus bertambah setiap harinya. Berbagai cara dilakukan mereka untuk menarik perhatian pengguna jalan, seperti menjadi manusia silver, manusia badut, hingga mengemis secara langsung dengan melibatkan anak-anak kecil.

Modus yang digunakan pun beragam. Di antaranya menggunakan kardus bekas yang dibuat menyerupai kotak sumbangan, kemudian disodorkan kepada pengguna jalan oleh ibu-ibu maupun anak-anak mereka saat kendaraan berhenti di lampu merah.

Saat petugas Satpol-PP melakukan razia, salah satu anak pengemis sempat melarikan diri, diduga ketakutan ketika mengetahui petugas datang menertibkan. Dari hasil wawancara, diketahui tiga ibu dan tiga anak yang diamankan terdiri dari satu anak laki-laki dan dua anak perempuan, sementara satu anak lainnya yang sempat kabur masih dalam pencarian.

Pihak Satpol-PP mengungkapkan bahwa pengemis tersebut berasal dari Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Selanjutnya, mereka akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk proses pemulangan ke kampung halamannya.

“Setelah proses pendataan, kita akan koordinasikan dengan Dinas Sosial untuk dikembalikan ke daerah asal mereka, yaitu Kabupaten Pangkep,” tutup Lukman Amir.