Beranda » Safari Subuh Milad I Majelis Syuhada Digelar di Masjid Ar Rahmah Cappa Ujung, Diikuti Jamaah dari Berbagai Daerah dan BKMT Parepare

Safari Subuh Milad I Majelis Syuhada Digelar di Masjid Ar Rahmah Cappa Ujung, Diikuti Jamaah dari Berbagai Daerah dan BKMT Parepare

Bagikan

PAREPARE, VoiceSulsel – Majelis Syuhada Kota Parepare memperingati milad pertamanya melalui kegiatan Safari Subuh yang digelar di Masjid Ar Rahmah Cappa Ujung, Jumat (1/8/2025). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi satu tahun perjalanan Majelis Syuhada yang konsisten menghidupkan shalat subuh berjamaah dari masjid ke masjid di Kota Parepare.

Safari Subuh Milad I ini dihadiri ratusan jamaah, bahkan hingga ke teras masjid. Shaf perempuan pun padat, didukung oleh kehadiran para anggota Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) se-Kota Parepare serta jamaah dari luar daerah seperti Pinrang, Sidrap, Barru, hingga Makassar.

Bertindak selaku imam sekaligus menyampaikan sambutan penerimaan adalah Ustadz Hamzah, S.Th.I., M.M., imam tetap Masjid Ar Rahmah. Ia menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan Majelis Syuhada memilih masjid mereka sebagai lokasi Safari Subuh Milad I.

“Atas nama DKM Masjid Ar Rahmah Cappa Ujung, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Majelis Syuhada. Ini bukan hanya ajang ibadah, tapi juga silaturahmi yang insya Allah memperpanjang umur dan melapangkan rezeki,” ungkap Ustadz Hamzah.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh masyarakat dan mantan pejabat daerah, antara lain H. Pangerang Rahim (mantan Wakil Wali Kota Parepare), H. Baktiar Syarifuddin, S.E. (Muassis Majelis Syuhada), Ir. Syafwan AR, H. Alimuddin Ngaru (mantan Wakil Ketua DPRD Pinrang), H. Anwar Saad, S.H., M.H., H. Nasarong, S.Sos., M.H., Dr. Salim Sultan, H. Amir Lolo, Hj. Andi Rusia Paewaj, serta Drs. H. Andi Mappanyukki, M.Si.

Dalam sambutannya, Muassis Majelis Syuhada H. Baktiar Syarifuddin menjelaskan awal terbentuknya majelis ini bermula dari keresahan atas lamanya antrean calon jamaah haji di Parepare. Berdasarkan data dari Kemenag, saat ini terdapat 5.120 pendaftar haji yang harus menunggu sekitar 44 tahun untuk berangkat.

“Dari keprihatinan itulah, lahir gagasan membentuk wadah untuk merapatkan barisan melalui shalat subuh berjamaah. Kami beri nama Majelis Syuhada, terinspirasi dari semangat perjuangan yang tak hanya di medan perang, tapi juga dalam menuntut ilmu dan beribadah,” terang Baktiar.

Majelis Syuhada kini telah mengunjungi sekitar 50 masjid di Parepare dalam satu tahun terakhir. Gerakan ini tak hanya melibatkan kaum pria, tetapi juga kaum ibu melalui Majelis Taklim yang aktif mendampingi di setiap kegiatan.

“Menembus dinginnya subuh, kita memakmurkan masjid, bersedekah, dan bersilaturahmi. Insya Allah dengan itu umur diperpanjang dan rezeki dilapangkan,” pungkas Baktiar.

Majelis Syuhada pun berkomitmen melanjutkan gerakan dakwah sunyi ini sebagai bentuk cinta terhadap masjid dan ukhuwah umat di Kota Parepare dan sekitarnya.