PAREPARE VOICE SULSEL — Rapat Koordinasi Khusus Kurban yang diselenggarakan oleh Badan Amil Zakat Nasional Kota Parepare sukses Kamis 22 Juni 2023 di Auditorium Bj Habibie Rumah Jabatan Walikota Parepare.
Rapat Koordinasi dihadiri oleh sejumlah Pejabat pemerintah kota yakni Walikota Parepare yang diwakili oleh asisten 3, pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yakni dari Kejaksaan Negeri, Polres dan Kodim 1405 Parepare. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Parepare dan kepala Pengadilan Agama Kota Parepare.

Sejumlah organisasi perempuan juga hadir seperti wakil dari Tim Penggerak PKK, Wanita Islam, PD Aisyiyah dan Persit Kartika Candra Kirana Kodim 1405 Parepare.
Peserta lainnya hadir dari para pengurus Lembaga Amil Zakat se kota Parepare antara lain Lazismu, Lazisnu, Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) serta puluhan pengurus masjid dan Penyuluh Agama Islam sekaligus Satgas Zakat.
Saiful, S.Sos.I,M.Pd ketua Baznas kota Parepare dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan dari Rapat Koordinasi Khusus (RAKORSUS) Kurban ini adalah untuk mengkonsolidasi jumlah dan potensi kurban baik dari sisi jumlah hewan kurban maupun dari nilai ekonominya. Karena Kurban masuk dalam pencatatan Dana Sosial dan Keagamaan lainnya (DSKL).
Maka Baznas berkepentingan untuk mencatat besaran harga kurban yang dikelola oleh umat Islam Parepare. Selanjutnya mengkoordinasikan proses pendistribusiannya secara tepat dan multy manfaat daging kurban kelak.Seiiring dengan program pemerintah untuk penanggulangan Stunting di Kota Parepare yang cukup tinggi, maka Daging kurban ini kita proyeksikan untuk berkontribusi dalam pencegahan Stunting dengan dua model.
Model pertama, diharapkan setiap pengelola kurban baik pengurus masjid maupun komunitas dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) menghandle dan memasukkan data Stunting sebagai sasaran mustahik penerima daging kurban, sesuai data by name by adress yang telah dibagikan.
“Model yang kedua daging segar yang dikelola oleh masing-masing pengurus masjid bisa disalurkan melalui Baznas kota Parepare untuk diproses menjadi abon lalu abon ini menjadi salah satu sumber protein bagi anak yang menderita stunting,” terang Saiful.
Walikota Parepare dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asiaten III, Eko W Ariadi menyambut baik inisiasi dan gagasan Rapat Koordinasi Khusus oleh Baznas Kota Parepare dengan mengusung tema “Kurban Berkah Baznas, Cegah Stunting.Inilah upaya yang sangat baik dan momentum yang strategis menjadikan ibadah Kurban sebagai upaya pencegahan Stunting dengan melibatkan para pengurus masjid dan komunitas Masyarakat.
Persoalan Stunting di Parepare dengan angka yang cukup signifikan menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kota Parepare.
“Kami mengucapkan apresiasi atas kerjasama semua pihak yang mau peduli dan mau “mengeroyok” Problem Stunting ini,” ujarnya.
Dalam Rapat Koordinasi khusus tersebut hadir ketua Baznas Propinsi Sulawesi Selatan Dr dr H.Muh.Khidey Alwi,M.Kes,MA Sebagai nara sumber utama membahas Kontribusi Daging Kurban dalam penanggulangan Stunting untuk menciptakan generasi yang Sehat dan Kuat.
Muh Khidry dokter ahli gizi ini memaparkan bahaya Stunting akan menjadikan anak-anak kita akan menjadi lemah baik Fisik dan Psikis akibat karena salah dalam memperlakukan anak dalam pengasuhannya khusus dalam pemberian asi,pemenuhan gizi dan proteinnya khususnya diusia seribu hari kelahiran anak,serta perilaku hidup sehat dilingkungan rumah dan sekitarnya.ini harus dibbutuhkan kerjasama dengan pemerintah, ormas dan Baznas untuk perbaikan generasi kita di masa depan terang dokter ahli Gizi tersebut.(fs)