PAREPARE, VOICE SULSEL — Demonstrasi dalam rangka menuntut Menteri Agama RI Yaqut Kholil Qoumas mundur dari jabatannya oleh sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Persaudaraan Alumni (PA) 212 kembali digelar pada Jumat 4 Maret 2022. Di Kota Parepare Sulsel. komunitas ini juga melakukan aksi yang sama di monumen korban 40 ribu jiwa.
Aksi tersebut digelar setelah shalat Jum’at dengan menghadirkan 4 orator. Pada orasi pembukaan, Ikbal Rahim Gani menyampaikan pernyataan menuntut Menteri Agama RI Yaqut Kholil Chaumas dicopot dari jabatannya karena dianggap telah mendzalimi umat islam karena membandingkan suara Adzan dengan gonggongan anjing.
Ketua Komunitas Hijau Kota Parepare itu menyebut suara adzan yang berkumandang tidak dapat dibandingkan, sebab di Kota Parepare suara walet justru lebih mengganggu. “Di kota kita ini ada suara walet yang berdekatan dengan Masjid yang justru sangat mengganggu,” katanya.
Hal sama juga disampaikan Ketua Front Peduli Umat (FPU) Kota Parepare, Rahman Saleh. Dalam orasinya, Rahman Saleh menyesalkan pernyataan Menteri Agama, yang seolah-olah membandinkan suara adzan dan gonggongan anjing. “Kami sangat menyesalkan pernyataan seperti ini. Mungkin ini pernyataan by design oleh Menteri Agama, kenapa kok tiba-tiba muncul dalam pikiran beliau, padahal banyak contoh yang bisa dipakai seperti suara burung atau lainnya,” katanya.
Rahman menilai, pemerintah tidak mampu mensejahterakan rakyat karena terlilit utang negara hingga 7000 triliun. Hal itu dicontohkan dengan langkanya minyak goreng dipasaran yang disusul dengan barang kebutuhan lainnya. “Mungkin pernyataan itu hanya pengalihan isu agar kita tidak fokus pada persoalan bangsa di negeri ini,” tandasnya. (wal)